
KabarJawa.com – Workshop Festival Aksara Lontaraq (FALAQ) Ke-VI resmi dibuka di Kantor Bupati Barru, Kabupaten Barru, pada Minggu (23/11).
Acara yang terselenggara atas kerja sama Yayasan Aksara Lontaraq, Pemerintah Daerah Kabupaten Barru, dan dukungan Kementerian Kebudayaan ini menjadi penegasan komitmen dalam mempopulerkan dan menanamkan kecintaan masyarakat terhadap Aksara Lontaraq.
Festival Aksara Lontaraq akan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 November 2025, dirangkaikan dengan Festival Budaya To Berru 2025.
Aksara Lontaraq: Tanggung Jawab Penyelamatan Warisan Budaya Sulsel
Upi Asmaradhana, CEO Kabar Grup Indonesia (KGI) dan inisiator FALAQ, menjelaskan bahwa festival ini diadakan sebagai upaya fundamental dalam menjaga artefak terbaik Sulawesi Selatan, yakni Aksara Lontaraq.
Upi Asmaradhana menekankan bahwa tidak banyak bangsa di dunia yang memiliki aksara asli. Oleh karena itu, Aksara Lontaraq dianggap sebagai tanggung jawab bersama.
“Kita harapkan festival yang kita lakukan setiap tahun ini akan menjadi bagian dari upaya penyelamatan warisan dan nilai-nilai luhur masyarakat Sulsel,” ungkapnya.
FALAQ sendiri digagas oleh KabarMakassar, KGI, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, serta didukung budayawan, pegiat literasi, dan ahli filologi senior Unhas, Prof. Nurhayati Rahman. Festival ini merupakan bukti tingginya nilai kebudayaan di Sulawesi Selatan.
Ragam Agenda Budaya: Dari Naskah Kuno hingga Duta Lontara
Festival Aksara Lontaraq Ke-VI mencakup berbagai agenda budaya dan edukasi yang masif. Kegiatan yang akan digelar dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
Berbagai kegiatan utama FALAQ di antaranya:
- Workshop budaya dan kelas inkubasi media.
- Workshop integrasi budaya dan teknologi.
- Pameran naskah kuno.
- Tari kolosal dan instalasi taman cahaya.
Selain itu, festival ini juga diramaikan oleh berbagai lomba yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal. Lomba tersebut mencakup story telling cerita rakyat, permainan rakyat, lomba kuliner, temu karya komposer, hingga pagelaran seni. Selain itu, terdapat lomba lagu daerah, fashion show dengan adat daerah, dan pemilihan duta lontara.
Dukungan Perda dan Program Nasional Ilagaligo
Penyelenggaraan FALAQ Ke-VI di Barru tahun ini memiliki landasan hukum yang semakin kuat. Festival ini merupakan bagian dari program nasional untuk mendukung Ilagaligo sebagai Warisan Dunia, dengan Museum Colliq Pujie sebagai salah satu rujukan utama.
Aksara Lontaraq telah mendapat pengakuan formal melalui regulasi daerah. Pada 15 Juni 2023, Perda Aksara Lontaraq disahkan oleh DPRD atas persetujuan Gubernur Sulsel. Perda ini lahir berkat kerja keras pegiat literasi dan budaya pada pelaksanaan Festival Aksara Lontaraq ketiga di tahun 2022.
Pemerintah Kabupaten Maros, yang menjadi daerah percontohan penerapan Perda Aksara Lontaraq pada FALAQ tahun 2023, menunjukkan komitmen lanjutan. Pemerintah Kabupaten Maros berjanji akan mengeluarkan surat edaran terkait penerapan aksara lontara di berbagai tempat baik di pemerintahan maupun swasta.
Festival yang kembali ke Barru tahun 2025 ini memiliki rekam jejak internasional. Festival pertama pada tahun 2020 diikuti oleh 17 negara dengan 1.865 peserta, dan festival kedua (2021) diikuti oleh 11 negara.
Setelah digelar di Maros (2023) dan kembali ke Makassar (2024), FALAQ VI Barru diharapkan dapat mengulang sukses sebagai upaya berkelanjutan dalam memasyarakatkan Aksara Lontaraq.***