
KabarJawa.com – Memasuki beberapa hari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026, arus pergerakan masyarakat mulai bergeser dari fase mudik menuju arus balik.
Tak sedikit pemudik yang kini mulai merencanakan waktu kepulangan ke kota asal, sembari mencari informasi terkait kapan puncak arus balik akan terjadi.
Pasalnya, hal tersebut berguna demi kenyamanan para pemudik serta meminimalisir antrean panjang di berbagai moda transportasi.
Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Berdasarkan data dan perkiraan dari pihak kepolisian bersama instansi terkait, puncak arus balik Lebaran tahun ini diprediksi jatuh pada 24 Maret 2026.
Selain itu, akan ada gelombang lanjutan yang diperkirakan berlangsung pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Dengan adanya dua periode puncak tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak memusatkan perjalanan di tanggal yang sama guna menghindari kepadatan lalu lintas yang signifikan.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes. Pol. Marupa Sagala, turut memberikan peringatan kepada masyarakat agar tetap mengedepankan aspek keselamatan selama perjalanan arus balik maupun saat memanfaatkan sisa libur Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ujar Marupa, tak lama ini.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran pengelola destinasi wisata dalam menjaga keamanan pengunjung, terutama dalam hal kapasitas dan standar operasional keselamatan.
Imbauan Atur Waktu Perjalanan dan Manfaatkan WFA
Untuk mengurangi kepadatan kendaraan di waktu yang bersamaan, masyarakat disarankan mengatur jadwal perjalanan secara lebih fleksibel.
Salah satu cara yang dapat dimanfaatkan adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang kini banyak diterapkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.
“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” ujarnya.
Langkah ini dinilai efektif dalam mendistribusikan volume kendaraan secara lebih merata, sehingga risiko kemacetan panjang dapat ditekan.
Diskon Tarif Tol Jadi Alternatif Perjalanan
Pemerintah juga memberikan stimulus berupa potongan tarif tol untuk membantu masyarakat dalam perjalanan arus balik. Diskon ini berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026.
“Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” tambahnya.
Dengan memanfaatkan periode tersebut, pemudik tidak hanya dapat menghemat biaya perjalanan, tetapi juga berpotensi menghindari lonjakan kendaraan di puncak arus balik.
Lebih lanjut, Marupa turut menyampaikan pesan kepada masyarakat yang tengah merayakan Lebaran.
“Kami mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri. Semoga perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.
Tips Nyaman Hadapi Arus Balik Lebaran 2026
Sebagai informasi, bagi siapapun yang hendak menempuk perjalanan di masa arus balik mudik, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:
Hindari Tanggal Puncak
Pertama-tama sebisa mungkin, jangan melakukan perjalanan pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Pilih tanggal alternatif seperti 26 atau 27 Maret yang diperkirakan relatif lebih lengang.
Pastikan Tiket Sudah Dipesan
Bagi pengguna transportasi umum, khususnya kereta api atau bus dari wilayah padat seperti Jogja dan Jawa Tengah, pastikan tiket sudah dibeli jauh hari. Datang lebih awal ke stasiun atau terminal untuk menghindari antrean.
Periksa Kondisi Tubuh dan Kendaraan
Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima. Lakukan pengecekan kendaraan seperti rem, ban, mesin, dan komponen penting lainnya sebelum berangkat.
Siapkan Saldo Uang Elektronik
Pastikan saldo kartu tol elektronik mencukupi untuk perjalanan penuh. Hal ini penting untuk menghindari antrean panjang di gerbang tol akibat kekurangan saldo.
Bawa Bekal selama Perjalanan
Siapkan makanan ringan, air minum, serta obat-obatan pribadi. Bekal ini sangat membantu jika terjadi kemacetan panjang atau sulit menemukan rest area yang tersedia.
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai kapan puncak arus balik mudik Lebaran 2026 lengkap dengan seluk-beluk mengenainya.***