
KabarJawa.com– Warga Dusun Mangir Kidul, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul, mendadak gempar dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di aliran Sungai Progo, Selasa (11/11/2025) sore.
Penemuan mayat tersebut sontak menarik perhatian warga karena kondisi tubuh korban sudah membengkak dan luka lebam di bagian badan dan kaki.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan penemuan mayat pihak kepolisian terima sekitar pukul 16.45 WIB.
Tak lama berselang, personel Polsek Pajangan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pajangan AKP Heru Suryadi, S.H. segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.
Kronologi Penemuan Mayat di Sungai Progo
Sekelompok remaja SMP, Muhammad Chanif Arafi, Slamet Nurcahyanto, Salim Mustofa, Galih Zaki Prasetyo, Okta Bagus Prasetyo, dan Bintang Raditya Javas Nararya, berkumpul di rumah salah satu dari mereka sekitar pukul 16.00 WIB.
Mereka kemudian berangkat bersama menggunakan sepeda motor menuju Sungai Progo untuk memancing. Namun, mereka panik ketika Chanif melihat sesuatu yang mengapung di permukaan air.
Bintang, salah satu dari mereka, segera berlari ke warung makan terdekat untuk mencari pertolongan.
Di warung tersebut, ia bertemu dengan Bambang, warga Mangir Tengah RT 04, yang langsung melaporkan temuan itu ke Polsek Pajangan.
Mendapat laporan dari warga, Kapolsek Pajangan AKP Heru Suryadi bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi kejadian.
Tim yang hadir antara lain Kanit Reskrim, Ka SPKT 1, Bhabinkamtibmas Sendangsari, piket Reskrim, piket Intel, piket Samapta, dan Bhabinsa Sertu Tresno dari Koramil Pajangan.
Setiba di lokasi, petugas segera mengevakuasi jasad korban yang mengambang dengan posisi terlentang. Proses evakuasi berjalan dengan hati-hati karena kondisi tubuh korban sudah mulai membusuk.
Selanjutnya, tim Identifikasi Polres Bantul yang dipimpin Ipda Yuliani bersama Aiptu Wijanarko dan Brigadir Marwanto melakukan pemeriksaan awal di lokasi.
Polisi juga menghubungi Tim Medis Puskesmas Pajangan, yang dipimpin oleh dr. Farhan Fahrizal dan perawat Anissa, untuk memastikan kondisi korban.
Hasil Pemeriksaan Medis
Dari hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Tubuh korban menunjukkan tanda-tanda rigor mortis (kekakuan mayat) serta pembusukan di seluruh badan.
Petugas sulit menegnali wajah korban karena kondisi sudah rusak. Selain itu, petugas juga menemukan luka lebam di bagian badan dan kaki, serta tanda livor mortis (lebam akibat posisi tubuh setelah kematian).
“Korban sudah meninggal lebih dari dua hari, kemungkinan sekitar tiga hari. Wajahnya sudah tidak bisa diidentifikasi, dan kami temukan luka lebam di beberapa bagian tubuh,” jelas dr. Farhan Fahrizal di lokasi.
Hingga Selasa malam, polisi belum dapat memastikan identitas korban. Tidak ada kartu identitas maupun barang pribadi yang dapat membantu mengenalinya.
Petugas menduga korban terbawa arus dari wilayah lain, mengingat Sungai Progo mengalir cukup deras dan melintasi beberapa daerah.
“Untuk sementara, korban masih kami identifikasi sebagai Mister X. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan informasi dari masyarakat yang mungkin kehilangan anggota keluarga,” ungkap Iptu Rita Hidayanto.
Saat ini, jasad korban telahberada di RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lanjutan dan autopsi forensik.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri laki-laki dewasa untuk segera melapor ke Polres Bantul atau Polsek Pajangan.
Meski belum ada kesimpulan, polisi tidak menutup kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, mengingat luka lebam di beberapa bagian tubuh.
“Kami masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian. Namun, temuan luka lebam tentu menjadi perhatian kami,” tegas AKP Heru Suryadi. (ef linangkung)