
KabarJawa.com – Sebuah fenomena astronomi yang cukup langka bakal menghiasi langit Indonesia pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Enam planet di tata surya, yakni Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, akan tampak berderet di langit malam dalam peristiwa yang dikenal sebagai Parade 6 Planet.
Peristiwa ini menjadi momen yang dinantikan para pecinta astronomi maupun masyarakat umum. Susunan keenam planet tersebut akan terlihat seolah membentuk jajaran rapi di langit, menciptakan panorama visual yang jarang terjadi.
Lantas, pukul berapa fenomena ini bisa mulai diamati?
Fenomena Perspektif, Bukan Planet Berbaris Sempurna
Sebagai informasi, berdasarkan penjelasan badan antariksa Amerika Serikat, NASA, parade planet bukan berarti seluruh planet benar benar berada dalam satu garis lurus sempurna di ruang angkasa.
Yang terjadi sesungguhnya adalah efek perspektif dari posisi pengamat di Bumi. Planet planet tersebut memang bergerak mengelilingi Matahari pada bidang orbit yang relatif serupa.
Ketika dilihat dari Bumi pada waktu tertentu, pergerakan itu menciptakan kesan visual seolah olah mereka tersusun sepanjang jalur ekliptika.
Ekliptika sendiri merupakan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari atau jalur semu pergerakan Matahari di langit. Karena planet planet lain juga mengorbit di sekitar bidang yang tidak jauh berbeda, maka pada momen tertentu akan tampak seperti berderet.
Dengan demikian, parade ini adalah fenomena optik akibat sudut pandang, bukan konfigurasi geometris lurus di ruang angkasa.
Mulai Terlihat Sekitar Pukul 18.00 WIB
Parade 6 Planet dapat mulai diamati sekitar pukul 18.00 WIB. Keterangan tersebutdiketahui melalui akun Instagram resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan nama pengguna @brin_indonesia.
Waktu tersebut bertepatan dengan periode setelah Matahari terbenam. Artinya, masyarakat dapat mulai mengarahkan pandangan ke langit barat sesaat usai azan Maghrib di wilayah masing masing.
Langit pada fase peralihan dari senja menuju malam menjadi momen krusial. Beberapa planet berada cukup dekat dengan cakrawala barat, sehingga hanya dapat diamati dalam waktu terbatas sebelum akhirnya ikut terbenam.
Sebagai gambaran, di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya, pengamatan ideal dilakukan mulai sekitar pukul enam sore lebih dengan fokus ke arah ufuk barat.
Kemudian, kejelasan pengamatan sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Langit cerah tanpa awan akan memberikan peluang terbaik untuk menyaksikan fenomena ini.
BRIN juga menyampaikan bahwa peristiwa ini pada dasarnya dapat dilihat tanpa alat bantu optik. Namun demikian, kualitas visual tentu bergantung pada tingkat kecerahan langit dan minimnya gangguan cahaya.
Cara agar Bisa Nonton Langsung Parade 6 Planet
Supaya Anda bisa mengamati Parade 6 Planet dengan lebih baik, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
Pastikan Langit Cerah
Cuaca menjadi faktor utama. Awan tebal atau hujan akan menghalangi cahaya planet yang relatif redup. Pastikan lokasi pengamatan tidak tertutup mendung.
Pilih Area Terbuka
Tempat lapang seperti pesisir pantai, lapangan luas, atau atap gedung tinggi akan membantu memperoleh pandangan bebas ke arah barat. Hindari lokasi yang tertutup pepohonan atau bangunan tinggi.
Minimalkan Polusi Cahaya
Lampu jalan dan pencahayaan kota yang berlebihan dapat mengurangi kontras cahaya planet. Area dengan pencahayaan rendah akan meningkatkan peluang melihat objek langit dengan lebih jelas.
Gunakan Aplikasi Peta Langit
Kemduian, aplikasi pengamatan bintang di HP juga bisa membantu mengenali posisi masing masing planet. Dengan bantuan aplikasi tersebut, pengamat dapat membedakan planet dari bintang biasa.
Memanfaatkan Alat Optik
Beberapa planet seperti Venus dan Jupiter memiliki tingkat kecerahan tinggi sehingga relatif mudah terlihat dengan mata telanjang.
Namun untuk Uranus, Neptunus, serta Merkurius yang cahayanya lebih redup, maka disarankan untuk melihatnya menggunakan teleskop atau teropong binokular.
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai waktu kemunculan fenomena Parade 6 Planet lengkap dengan seluk-beluk mengenainya.***