
KabarJawa.com – Pengendara yang berencana melintasi kawasan Puncak, Bogor, pada Jumat-Sabtu, 10-11 Juli 2026 perlu mencermati potensi rekayasa lalu lintas selama akhir pekan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Traffic Management Centre (TMC) Polres Bogor mengenai jadwal buka tutup maupun sistem one way yang akan diterapkan.
Namun, apabila mengacu pada pola rekayasa lalu lintas pada akhir pekan sebelumnya, sistem one way diperkirakan kembali diberlakukan, sehingga kemungkinan besar skema ganjil genap tidak diterapkan.
Perlu diketahui, jadwal tersebut masih bersifat perkiraan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi kepadatan kendaraan serta keputusan petugas kepolisian di lapangan.
Karena itu, masyarakat diimbau selalu memantau informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan wisata Puncak.
Belum Ada Pengumuman Resmi Jadwal One Way Puncak 10-11 Juli 2026
Sampai artikel ini disusun, TMC Polres Bogor belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait rekayasa lalu lintas di Jalur Puncak untuk periode 10-11 Juli 2026.
Meski demikian, pola pengaturan lalu lintas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa petugas lebih banyak menerapkan sistem one way dibandingkan skema ganjil genap. Oleh karena itu, akhir pekan ini diperkirakan juga akan menggunakan pola serupa.
Namun demikian, seluruh jadwal tersebut masih berupa estimasi. Keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi arus kendaraan di lapangan serta kebijakan kepolisian saat pelaksanaan.
Perkiraan Jadwal One Way Puncak Sabtu dan Minggu
Jika mengacu pada pola rekayasa lalu lintas sebelumnya, berikut estimasi jadwal one way yang kemungkinan diterapkan pada Sabtu dan Minggu.
Perkiraan One Way Menuju Puncak
- Pukul 07.00 WIB hingga 11.30 WIB.
- Arus kendaraan diprioritaskan mengarah ke kawasan Puncak.
Perkiraan One Way Menuju Jakarta
- Pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB.
- Pelaksanaan bersifat situasional sehingga dapat dimulai lebih cepat, diperpanjang, atau diakhiri lebih awal sesuai kondisi lalu lintas.
Pengendara disarankan menyesuaikan waktu keberangkatan agar tidak terjebak antrean panjang saat rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan.
Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Dapat Berubah Sewaktu-waktu
Masyarakat perlu memahami bahwa jadwal one way bukan merupakan waktu yang bersifat tetap. Petugas kepolisian memiliki kewenangan untuk mengubah waktu pelaksanaan berdasarkan volume kendaraan yang melintas.
Apabila terjadi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, durasi one way dapat diperpanjang. Sebaliknya, apabila kondisi lalu lintas kembali normal, rekayasa dapat dihentikan lebih cepat.
Karena itu, pengendara sebaiknya memantau informasi resmi dari kepolisian sebelum memulai perjalanan agar dapat memilih waktu yang lebih tepat.
Jalur Alternatif Saat One Way Puncak Berlaku
Bagi pengendara yang ingin menghindari kepadatan selama sistem one way diterapkan, tersedia beberapa jalur alternatif yang dapat dipilih.
Jalur Alternatif Sentul – Bukit Pelangi
Pengendara dapat keluar melalui Gerbang Tol Sentul Selatan, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Babakan Madang atau Bukit Pelangi hingga tembus ke Pasir Angin dan Megamendung.
Rute ini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur tersebut juga dapat mengantarkan pengendara menuju kawasan sekitar Taman Safari maupun Pasar Cisarua tanpa harus melewati kepadatan utama di Jalur Puncak.
Jalur Puncak II Jonggol – Cariu
Alternatif lainnya adalah Jalur Puncak II melalui Cileungsi, Jonggol, dan Cariu hingga menuju Cipanas atau Kota Bunga.
Rute ini umumnya memiliki volume kendaraan yang lebih rendah dibanding Jalur Puncak utama. Namun, jaraknya lebih jauh, sekitar 55 kilometer, sehingga membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
Pengendara juga disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melewati jalur ini karena terdapat beberapa ruas dengan penerangan yang minim serta sejumlah titik jalan yang masih berbatu.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Bagi masyarakat yang memiliki agenda berwisata atau bepergian ke kawasan Puncak pada akhir pekan, perencanaan perjalanan menjadi hal penting untuk menghindari kemacetan.
Selain memperhatikan kemungkinan pemberlakuan one way, pengendara juga sebaiknya menyiapkan jalur alternatif apabila terjadi perubahan rekayasa lalu lintas secara mendadak.
Mengingat jadwal masih berupa estimasi, seluruh pengaturan lalu lintas tetap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti situasi di lapangan dan keputusan pihak kepolisian.***