Menapaki Lorong Pemulihan: Konser Pulih Hadirkan Harapan dan Kesadaran Kesehatan Mental

Bagikan :
Lorong Trauma di Konser Pulih

KABAR JAWA – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, sebuah acara istimewa bertajuk “Pulih, Move On, Move Up!” diselenggarakan sebagai bentuk selebrasi sekaligus refleksi.

Konser ini bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah pengalaman emosional dan edukatif yang dirancang untuk mengajak masyarakat memahami luka batin, mengelola trauma, serta menyemai harapan baru.

Konser ini merupakan hasil kolaborasi antara Sleman City Hall dengan komunitas Born To Inspire, yang dikenal aktif dalam kampanye kesehatan mental.

Mengusung semangat pemulihan dan pergerakan menuju kehidupan yang lebih sehat secara emosional, acara ini diharapkan menjadi momentum perubahan bagi para peserta yang hadir.

Salah satu daya tarik utama dalam konser ini adalah kehadiran Th. Etviokta Wiantina P., S.Psi., M.Psi., seorang psikolog yang hadir sebagai pembicara utama.

Dalam sesi materinya, Etviokta mengajak para peserta menyelami makna luka emosional, mengenali trauma yang kerap tersembunyi dalam ingatan masa lalu, dan mengajarkan bagaimana cara memulai proses penyembuhan.

Tidak hanya itu, penampilan IDGITAF sebagai bintang tamu memberikan nuansa mendalam dalam selebrasi ini.

Baca juga  Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2025 Kota Surabaya: Waktu Sahur dan Berbuka Puasa

Melalui lagu-lagu penuh makna, IDGITAF berhasil merepresentasikan berbagai cerita kehidupan, sehingga menciptakan ruang refleksi yang sangat personal bagi para penonton.

Para peserta, yang disebut dengan sapaan hangat “Teman Pulih,” mendapatkan pengalaman unik sejak awal memasuki lokasi acara.

Mereka diajak menyusuri “Lorong Trauma”, sebuah instalasi yang menggambarkan perjalanan kembali ke kenangan masa kecil, luka lama, dan pengalaman traumatis yang mungkin belum terselesaikan.

Lorong ini bukan sekadar pameran visual, tetapi menjadi ruang kontemplatif sebelum memasuki ruang utama Malika Ballroom, tempat seluruh rangkaian acara berlangsung.

Di dalam ballroom, peserta diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian aktif dari perjalanan pemulihan.

Melalui sesi berbagi cerita dan interaksi penuh empati, suasana yang tercipta menjadi begitu intim dan menyentuh.

Kemudian, pada akhir acara, peserta akan keluar melalui “Lorong Pulih,” yang didesain sebagai simbol dari harapan baru dan lembaran hidup yang lebih cerah.

Warna-warni lorong ini menggambarkan beragam perjalanan hidup, namun semuanya menuju pada satu titik: pemulihan.

Baca juga  Masjid Al Akbar Surabaya Gelar Qiyamul Lail 10 Malam Terakhir Ramadan, Siapkan Fasilitas Lengkap untuk 40 Ribu Jemaah

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman serta Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran dua institusi ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental kini mulai mendapatkan perhatian serius, tidak hanya dalam ranah medis, tetapi juga dalam sektor pariwisata.

Harapannya, konser semacam ini dapat menjadi bagian dari destinasi wisata wellness di Yogyakarta, yang menawarkan pengalaman berlibur sambil menyembuhkan jiwa.

Lebih dari sekadar konser, “Pulih, Move On, Move Up!” adalah langkah awal bagi masyarakat untuk lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental.

Melalui rangkaian acara yang menyentuh dan edukatif ini, diharapkan setiap individu yang hadir mampu lebih memahami dirinya, merangkul masa lalu, dan melangkah dengan keyakinan menuju masa depan yang lebih sehat secara emosional. Konser ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cerita, luka, dan kesempatan untuk pulih.

Sejalan dengan visi Born To Inspire, acara ini mengajak semua pihak untuk tidak hanya bangkit dari keterpurukan, tetapi juga terus bergerak maju dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat. Karena pada akhirnya, pemulihan bukan tujuan akhir, melainkan awal dari kehidupan yang penuh makna.

Baca juga  Febru Danar Surya: Ilustrator Koreografi Sepak Bola Indonesia yang Mendunia

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya