
Kabarjawa – Berujung Tragis! Kebiasaan menyalakan petasan saat bulan Ramadan kembali memakan korban. Seorang pemuda di Pekalongan mengalami luka parah setelah petasan yang dinyalakannya meledak sebelum sempat dilempar.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya bermain petasan, terutama di area publik yang berisiko mengganggu keamanan dan ketertiban.
Insiden Ledakan Petasan di Pekalongan
Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (7/3/2025) sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan Ahmad Junaid, tepatnya di sebelah barat GOR Unggul Jaya, Pekalongan Selatan.
Korban, Akhmad Maulana (23), warga Kelurahan Buaran Kradenan, mengalami luka serius akibat ledakan tersebut. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, ledakan terjadi ketika korban hendak melempar petasan.
Namun, karena adanya kendaraan yang melintas, petasan meledak di tangannya. Akibatnya, korban mengalami luka parah, terutama pada telapak tangan, jari, dan pergelangan tangan kanan.
Upaya Evakuasi dan Perawatan Medis
Setelah kejadian, warga sekitar segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSU Djunaid Pekalongan.
Petugas kepolisian yang bertugas di sekitar lokasi segera melakukan pengecekan dan mengamankan tempat kejadian.
Insiden ini menjadi bukti nyata bahwa bermain petasan tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Upaya Kepolisian dalam Mengantisipasi Petasan
Pihak kepolisian setempat sebenarnya telah melakukan patroli rutin di lokasi yang sering digunakan untuk menyalakan petasan, terutama selama bulan Ramadan.
Namun, para pelaku sering menghindari petugas dengan cara berpindah tempat atau bermain secara sembunyi-sembunyi.
Setiap pagi setelah salat Subuh, petugas melakukan patroli di daerah rawan, termasuk di sekitar Jalan Ahmad Junaid. Namun, kejadian seperti ini tetap sulit dihindari karena masih adanya kelompok pemuda yang nekat menyalakan petasan di lokasi terbuka.
Dampak dan Bahaya Bermain Petasan
Ledakan petasan yang keras tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, terutama pasien rumah sakit yang berada di dekat lokasi kejadian.
Selain itu, suara ledakan yang terlalu keras juga berpotensi mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat setelah sahur.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk tidak bermain petasan, terutama di lokasi yang berisiko tinggi.
Pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar tradisi Ramadan dapat berjalan dengan aman dan nyaman tanpa insiden yang membahayakan keselamatan jiwa.(Kabarjawa)