Kabarjawa – Awal tahun 2025 menjadi perhatian serius bagi masyarakat Kota Semarang dengan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD). RSUD KRMT Wongsonegoro melaporkan lonjakan signifikan jumlah pasien yang dirawat akibat penyakit ini, terutama di kalangan anak-anak. Fenomena ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada dan menerapkan langkah pencegahan yang efektif.
Peningkatan Jumlah Pasien DBD di RSUD KRMT Wongsonegoro
Hingga pekan ketiga Januari 2025, RSUD KRMT Wongsonegoro mencatat telah merawat 68 pasien kasus demam berdarah. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai 21 kasus. Lonjakan tersebut terutama terjadi pada anak-anak usia enam hingga 18 tahun.
Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Eko Krisnarto, menjelaskan bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem yang sering berubah antara panas dan hujan. Cuaca tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak, meningkatkan risiko penularan DBD, terutama di kalangan anak-anak dengan sistem imun yang lebih rentan.
Gejala dan Penanganan Pasien DBD
Sebagian besar pasien yang datang ke IGD RSUD KRMT Wongsonegoro mengalami demam tinggi dan memerlukan perawatan intensif. Meskipun demikian, pihak rumah sakit memastikan ketersediaan kamar perawatan mencukupi. Tidak ada kasus kematian yang tercatat, berkat penanganan cepat dan tepat, termasuk pemberian cairan tubuh serta pemantauan trombosit secara ketat.
Hari keempat dan kelima setelah infeksi menjadi periode krusial karena trombosit pasien biasanya mencapai titik terendah. Namun, kondisi pasien akan berangsur membaik pada hari-hari berikutnya hingga dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
Pentingnya Pencegahan dan Imbauan untuk Masyarakat
Melihat tingginya jumlah kasus, masyarakat diminta untuk lebih aktif dalam melakukan pencegahan DBD. Eko Krisnarto menekankan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui langkah 3M:
- Menguras tempat penampungan air.
- Menutup rapat wadah air agar tidak menjadi sarang nyamuk.
- Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Selain itu, orang tua disarankan menjaga daya tahan tubuh anak-anak dengan memberikan nutrisi yang baik dan memastikan mereka cukup istirahat.
Lonjakan kasus DBD di RSUD KRMT Wongsonegoro pada awal tahun 2025 menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit.
Dengan penerapan langkah 3M dan kewaspadaan terhadap gejala, diharapkan jumlah kasus DBD dapat ditekan, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.(Kabarjawa)