
Kabarjawa – Hujan deras yang mengguyur wilayah Probolinggo dalam dua pekan terakhir menyebabkan bencana longsor di lereng Gunung Bromo.
Peristiwa ini terjadi di Dusun Jurang Jontro, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dan berdampak pada akses jalan menuju destinasi wisata Gunung Bromo. Material longsor menutupi jalan utama, sehingga mengganggu mobilitas wisatawan dan warga sekitar.
Penyebab Longsor dan Upaya Evakuasi
Longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut secara terus-menerus selama dua minggu terakhir.
Tanah yang sudah jenuh air tidak mampu lagi menahan beban, sehingga mengakibatkan longsoran yang menutup akses jalan.
Sebagai respons cepat, tim gabungan dari Polsek Sukapura, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan warga setempat langsung turun ke lokasi untuk membersihkan material longsor.
Upaya pembersihan dilakukan secara manual dan dengan alat berat untuk mempercepat proses pembukaan akses jalan.
Menurut laporan petugas di lapangan, sebagian badan jalan kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Namun, sisa material longsoran masih menutup sebagian akses jalan dan membutuhkan alat berat untuk pembersihan lebih lanjut.
Situasi Terkini dan Imbauan Kepada Warga
Pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, potensi longsor susulan masih ada, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
Untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut, aparat kepolisian dan TNI telah menyiagakan personel di lokasi guna memantau kondisi terkini.
Kapolsek Sukapura mengimbau masyarakat dan wisatawan yang hendak menuju Gunung Bromo agar selalu waspada, terutama saat melintasi jalur yang rawan longsor.
Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan keamanan jalur wisata menuju kawasan Bromo tetap terjaga.
Bencana longsor di lereng Gunung Bromo ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan bencana.
Upaya cepat yang dilakukan oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan warga setempat telah membantu membuka kembali sebagian akses jalan.
Namun, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan dari petugas agar perjalanan mereka tetap aman.(Kabarjawa)