
Kabarjawa – Belakangan ini, publik dikejutkan dengan penemuan ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Namun, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa staf mereka tidak terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
Sebaliknya, penemuan ladang ganja ini justru berkat kerja sama petugas taman nasional dengan pihak kepolisian, menggunakan teknologi drone untuk melacak titik-titik penanaman ganja.
Penemuan Ladang Ganja Berkat Teknologi Drone
Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengungkapkan bahwa ladang ganja di kawasan TNBTS pertama kali ditemukan pada September 2024.
Penemuan ini bermula dari adanya penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan bantuan petugas taman nasional.
Untuk mengungkap lokasi ladang ganja yang biasanya tersembunyi di area terpencil dan sulit dijangkau, tim gabungan menurunkan sejumlah petugas ke lapangan.
Tim tersebut terdiri dari Kepala Balai TNBTS, Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat mitra Polhut, serta Manggala Agni. Dengan memanfaatkan drone, mereka berhasil memetakan titik-titik penanaman ganja.
Klarifikasi Kementerian Kehutanan
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menepis dugaan keterlibatan petugas TNBTS dalam aktivitas penanaman ganja. Ia menegaskan bahwa staf di lingkungan Kementerian Kehutanan maupun taman nasional tidak terlibat dalam praktik terlarang tersebut.
Bahkan, menurutnya, staf taman nasional lebih sering menanam tanaman seperti singkong untuk mendukung program ketahanan pangan lokal.
Selain itu, Raja Juli juga membantah isu bahwa penutupan wilayah dan pembatasan penggunaan drone di kawasan taman nasional bertujuan untuk menyembunyikan aktivitas penanaman ganja.
Justru, drone yang digunakan oleh petugas taman nasional menjadi alat penting dalam mengungkap lokasi ladang tersebut.
Upaya Pembersihan dan Pencegahan
Setelah ladang ganja ditemukan, proses selanjutnya melibatkan pencabutan tanaman terlarang tersebut serta pendampingan hingga ke proses hukum di pengadilan. Petugas taman nasional terus melakukan pengawalan ketat dari awal hingga akhir proses penanganan kasus ini.
Ke depan, pihak TNBTS berencana meningkatkan patroli rutin serta memperketat pengawasan di kawasan taman nasional. Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya kembali ladang ganja serta memastikan kawasan
Penemuan ladang ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi bukti pentingnya pengawasan yang ketat di kawasan konservasi.
Berkat kerja sama antara petugas TNBTS dan kepolisian, aktivitas ilegal ini berhasil diungkap. Dengan komitmen kuat dan teknologi modern seperti drone, diharapkan kasus serupa tidak terulang dan TNBTS tetap menjadi kawasan yang aman dan lestari.(Kabarjawa)