
Kabarjawa – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Purwosari di Kabupaten Kudus semakin memprihatinkan setelah dua atap ruang kelas ambruk.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan ke ruangan lain yang lebih aman. Kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, termasuk Bupati Kudus, yang turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah.
Atap Kelas 5 dan 6 Ambruk, Sisa Puing Masih Berserakan
Saat dilakukan peninjauan, dua ruangan kelas tampak tanpa atap dengan puing-puing bangunan yang masih berserakan di lokasi.
Kelas yang mengalami kerusakan adalah kelas 5 dan 6, serta berdampak pada kelas 4 yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Menurut Kepala SDN 2 Purwosari, kejadian ambruknya atap kelas 5 terjadi pada Rabu, 12 Februari 2025, sekitar pukul 12.30 WIB.
Beruntung, saat kejadian para siswa sudah pulang, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kini atap yang ambruk bertambah hingga ke kelas 6, membuat situasi semakin sulit bagi sekolah dalam menjalankan proses pembelajaran.
Penyebab Ambruknya Atap Sekolah
Diduga, kerusakan bangunan ini terjadi akibat kondisi atap yang sudah rapuh. Padahal, bangunan kelas 5 sebelumnya telah mendapatkan anggaran rehabilitasi pada tahun 2020. Pihak sekolah juga mengaku bahwa sebelum kejadian, kondisi bangunan terlihat masih cukup baik.
Sebagai solusi sementara, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke laboratorium bahasa, perpustakaan, dan ruang UKS agar siswa tetap bisa melanjutkan pembelajaran dengan aman.
Tindak Lanjut Pemerintah Daerah
Menanggapi kejadian ini, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memastikan bahwa perbaikan sekolah akan segera dilakukan.
Ia telah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk menangani masalah ini dengan cepat agar proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama.
Selain itu, pihak pemerintah berencana untuk meningkatkan pengawasan terhadap kualitas bangunan sekolah ke depannya.
Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah mewajibkan tinjauan ulang oleh Inspektorat sebelum proses lelang pembangunan atau rehabilitasi sekolah dilakukan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa spesifikasi bangunan dan mutu konstruksi benar-benar sesuai standar agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kejadian ambruknya atap SDN 2 Purwosari menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan terhadap kualitas infrastruktur sekolah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun tetap saja mengganggu proses pembelajaran siswa. Pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat untuk menangani permasalahan ini, termasuk memperbaiki sekolah dan memperketat pengawasan pembangunan di masa mendatang.
Semoga kejadian seperti ini tidak lagi terulang dan anak-anak dapat belajar dengan aman di lingkungan sekolah yang layak.(Kabarjawa)