
Kabarjawa – Malam takbiran menjelang Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam di berbagai daerah. Di Solo, Jawa Tengah, warga Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, memiliki tradisi kirab obor yang terus dipertahankan selama 15 tahun terakhir.
Tradisi kirab obor menjadi bagian dari perayaan menyambut hari kemenangan, dilakukan dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Tahun ini, ratusan warga turut serta dalam kirab obor dengan berjalan kaki sejauh 6 km mengelilingi kampung.
Kirab Obor, Tradisi Warga Solo Sejak 15 Tahun Lalu
Kirab obor telah menjadi tradisi tahunan bagi warga Kelurahan Jayengan dalam menyambut malam takbiran. Kegiatan ini pertama kali diinisiasi oleh remaja masjid dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Ratusan peserta, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, membawa obor bambu menyala sambil mengumandangkan takbir dengan penuh khidmat.
Kegiatan ini dimulai dari Masjid Darussalam Solo dan mengelilingi wilayah kelurahan serta kecamatan dengan jarak tempuh sekitar 5 hingga 6 kilometer.
Berbeda dengan pawai lainnya, kirab obor di Solo dilakukan tanpa kendaraan, menambah kesan kebersamaan dan kekhidmatan dalam menyambut Idul Fitri.
Makna dan Filosofi di Balik Kirab Obor
Tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Solo.
Kirab obor melambangkan kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Berjalan kaki sambil bertakbir mencerminkan rasa syukur dan kebersamaan dalam menyambut hari yang fitri.
Selain itu, penggunaan obor api memiliki simbol spiritual, yakni cahaya kemenangan yang menerangi malam takbiran.
Tradisi ini juga diwarnai dengan permainan api dan kembang api, menambah semarak suasana menjelang Idul Fitri.
Pengamanan Selama Kirab
Meskipun sudah menjadi tradisi turun-temurun, kirab obor sempat mendapat larangan dari pihak kepolisian.
Namun, berkat antusiasme warga, kegiatan ini akhirnya tetap dilaksanakan dengan sejumlah aturan pengamanan.
Pihak kepolisian memberikan imbauan agar peserta tidak menyalakan api di dekat kendaraan untuk menghindari risiko kebakaran.
Dengan adanya pengamanan dari aparat setempat, kirab obor dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh peserta serta masyarakat sekitar.
Kirab obor di Solo menjadi salah satu tradisi yang memperkaya budaya perayaan Idul Fitri di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, tradisi ini terus bertahan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari malam takbiran.
Meskipun sempat menghadapi tantangan, antusiasme warga membuktikan bahwa warisan budaya ini tetap memiliki tempat di hati masyarakat Solo.(Kabarjawa)