Kabarjawa – Wonogiri kembali digemparkan dengan kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo. Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan terus bertambah dan hingga kini penyebab pasti kejadian ini masih dalam penyelidikan.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Awalnya, terdapat 13 warga yang dilaporkan mengalami gejala mengarah pada keracunan. Namun, berdasarkan data terbaru, jumlah korban meningkat menjadi 19 orang. Dari jumlah tersebut, empat orang harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
Selain itu, satu warga lainnya kembali dilarikan ke RSUD pada pagi ini, sementara satu orang lainnya telah dibawa pulang. Sementara itu, dua warga lainnya mendapatkan perawatan di sebuah klinik di Kecamatan Jatiroto.
Dugaan Penyebab Keracunan
Hingga saat ini, penyebab pasti dari kejadian ini masih belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi makanan dari sebuah acara kondangan yang diadakan warga setempat pada Minggu (26/1). Namun, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan sumber pasti dari dugaan keracunan ini.
Warga di Tujuh Rumah Terpapar
Menurut informasi yang dihimpun, warga yang mengalami gejala tersebar di tujuh rumah dalam Dusun Pagersari RT 004 RW 001, Desa Sempukerep. Beberapa korban telah dilarikan ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pemerintah desa dan tenaga medis setempat terus memantau perkembangan kasus ini untuk mencegah bertambahnya korban.
Kasus dugaan keracunan di Desa Sempukerep, Wonogiri, masih menjadi perhatian serius. Dengan jumlah korban yang terus bertambah, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam mengonsumsi makanan, terutama yang berasal dari acara kondangan atau pemberian dari pihak lain.
Pemerintah dan tim medis masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi penyebab pasti kejadian ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(Kabarjawa)