
Kabarjawa – Jembatan di Blora putus! Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyebabkan tanah longsor yang berimbas pada putusnya dua jembatan penghubung antardukuh.
Peristiwa ini mengakibatkan akses warga di beberapa desa terhambat, memaksa mereka untuk mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Pemerintah desa dan pihak terkait telah mengambil langkah cepat dengan menutup akses menuju jembatan yang terdampak guna menghindari risiko kecelakaan.
Jembatan Ngampel-Ngrawut Putus Akibat Longsor
Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (8/3) di Kecamatan Randublatung menyebabkan longsor di sisi selatan jembatan yang menghubungkan Dukuh Ngampel dan Dukuh Ngrawut, Desa Plosorejo.
Tanah yang terkikis akibat derasnya arus air akhirnya mengakibatkan jembatan tersebut ambrol dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pihak desa dan aparat setempat segera menutup akses menuju jembatan dengan memasang garis polisi sebagai tanda peringatan.
Untuk sementara, warga yang ingin menuju Dukuh Ngrawut dan Balai Desa Plosorejo harus melewati jalur alternatif melalui Dukuh Cerme, Desa Sambongwangan.
Kepala Desa Plosorejo, Karsono, mengungkapkan bahwa sebelum jembatan putus, telah muncul tanda-tanda kerusakan sejak Kamis (6/3).
Saat itu, permukaan tanah mulai ambrol, tetapi kendaraan roda dua masih bisa melewati jembatan tersebut. Namun, hujan deras berikutnya menyebabkan banjir yang akhirnya menghancurkan bagian jembatan secara keseluruhan.
Jembatan Tanggel-Suru Juga Terputus
Selain jembatan di Desa Plosorejo, bencana longsor juga melumpuhkan jembatan yang menghubungkan Dukuh Tanggel dan Dukuh Suru di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung.
Hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan tanah di sisi utara jembatan longsor, sehingga jembatan ambrol dan tidak bisa dilewati.
Akibat putusnya jembatan ini, beberapa dukuh terdampak, termasuk Dukuh Jambean dan Dukuh Gumeng. Pihak desa bersama aparat Kecamatan Randublatung segera menutup jalur tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Jalur alternatif yang dapat digunakan sementara hanya bisa dilewati kendaraan roda dua melalui Dukuh Taman, Desa Kadengan.
Kepala Desa Tanggel, Sumaryanto, menjelaskan bahwa ambrolnya jembatan ini terjadi setelah dua kali banjir besar akibat hujan deras.
Meski awalnya sempat ditutup menggunakan bambu, kendaraan roda dua masih dapat melewatinya sebelum akhirnya jembatan benar-benar putus.
Dampak dan Harapan Masyarakat
Putusnya dua jembatan utama ini berdampak besar terhadap aktivitas warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja dan mengakses pusat pemerintahan serta perekonomian.
Para petani yang biasa melewati jembatan Tanggel-Suru untuk menuju sawah kini harus mencari jalur lain yang lebih jauh.
Masyarakat setempat berharap agar pemerintah daerah segera menangani perbaikan jembatan yang rusak. Tanpa akses yang memadai, warga terpaksa harus menempuh perjalanan lebih lama untuk sampai ke tujuan mereka.
Bencana tanah longsor yang menyebabkan putusnya jembatan di Desa Plosorejo dan Desa Tanggel menjadi peringatan akan pentingnya infrastruktur yang kuat dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah diharapkan segera bertindak untuk memperbaiki jembatan yang rusak agar mobilitas warga kembali normal.
Sementara itu, warga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serupa, terutama saat musim hujan masih berlangsung.(Kabarjawa)