
KabarJawa.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur terus memperluas pelaksanaan pasar murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Memasuki penyelenggaraan ke-81, pasar murah yang digelar di halaman Kantor Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (5/7), berhasil mencatat total transaksi sebesar Rp92.701.500 dengan komoditas beras SPHP menjadi produk yang paling banyak diminati warga.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Disperindag Jawa Timur Iwan, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Desa Bulukandang.
Pasar Murah Disesuaikan dengan Perkembangan Inflasi Setiap Bulan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan perkembangan inflasi yang terjadi setiap bulan.
Penyesuaian tersebut juga mencakup jumlah komoditas yang disediakan apabila terjadi kenaikan harga pada kebutuhan pokok tertentu.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga di tengah perubahan kondisi ekonomi yang terus berlangsung.
“Pasar murah ini akan terus bergerak sesuai arahan Ibu Gubernur. Tujuannya untuk stabilisasi harga dengan menyesuaikan kondisi inflasi setiap bulan, karena perkembangan inflasi selalu berbeda-beda,” kata Iwan.
Lokasi Pasar Murah Kini Menjangkau Desa dan Kecamatan
Selain berfungsi menjaga kestabilan harga, pelaksanaan pasar murah juga diarahkan agar masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Apabila sebelumnya kegiatan ini lebih banyak diselenggarakan di pusat-pusat keramaian seperti alun-alun, kini cakupannya diperluas hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok menjadi lebih dekat dan mudah dijangkau.
Perluasan lokasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih merata kepada masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur.
Disperindag Libatkan UMKM dan IKM dalam Pasar Murah
Tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, Disperindag Jawa Timur juga mengintegrasikan pasar murah dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM).
Melalui kolaborasi tersebut, pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk memasarkan produknya kepada masyarakat yang datang ke lokasi pasar murah.
Disperindag berencana melakukan evaluasi pada akhir tahun terhadap jumlah UMKM dan IKM yang telah berpartisipasi beserta nilai transaksi yang berhasil dicapai sepanjang penyelenggaraan pasar murah.
Bulog Dilibatkan untuk Menjamin Ketersediaan Bahan Pokok
Dalam pelaksanaannya, Disperindag Jawa Timur bekerja sama dengan Perum Bulog guna memastikan pasokan berbagai komoditas strategis tetap tersedia di setiap lokasi pasar murah.
Komoditas yang disiapkan antara lain beras, gula, dan minyak goreng sebagai kebutuhan pokok yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.
“Harapannya, masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga,” ucapnya.
Pemantauan Harga Dilakukan Melalui 121 Titik Pasar
Efektivitas program pasar murah juga didukung dengan pemantauan harga bahan pokok secara rutin melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok milik Disperindag Jawa Timur.
Sistem tersebut menerima pembaruan data harga dari 121 titik pantauan pasar yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah-langkah stabilisasi harga sesuai perkembangan kondisi pasar.
Total Transaksi Mencapai Rp92,7 Juta
Data Disperindag Jawa Timur mencatat penyelenggaraan Pasar Murah ke-81 di Desa Bulukandang menghasilkan total transaksi sebesar Rp92.701.500.
Dari jumlah tersebut, transaksi komoditas bahan pokok menyumbang Rp85.690.000, sedangkan transaksi dari pelaku UMKM mencapai Rp7.011.500.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan.
Beras SPHP Ludes Terjual, Berbagai Komoditas Ikut Diserbu Warga
Beras SPHP menjadi komoditas yang paling diminati masyarakat selama pelaksanaan pasar murah di Desa Bulukandang.
Sebanyak 1.200 sak beras SPHP ukuran 5 kilogram habis terjual dengan total nilai transaksi mencapai Rp66 juta.
Selain beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, cabai rawit merah, cabai merah besar, serta daging ayam ras juga habis dibeli masyarakat.
Lebih lanjut, beras premium terjual sebanyak 78 sak dari total stok 100 sak yang disediakan. Dan untuk komoditas telur ayam ras, sebanyak 150 kilogram berhasil terjual dari total persediaan 200 kilogram.
Keberhasilan penyelenggaraan pasar murah ke-81 ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus dinilai menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga dan mempertahankan daya beli masyarakat melalui distribusi komoditas yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga.***