
KabarJawa.com – Menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) beserta jajarannya resmi memulai kegiatan pengamanan bersandi Operasi Lilin Semeru 2025. Operasi kepolisian terpusat ini mulai digelar secara efektif pada hari ini, Sabtu, 20 Desember 2025.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya melalui pengumuman resminya mengonfirmasi bahwa operasi ini akan berlangsung selama dua pekan, yakni mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Fokus utamanya adalah menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama masa liburan.
Lantas, pertanyaan yang sering muncul di benak pengendara yaitu apakah polisi akan memberlakukan tilang atau razia selama operasi ini berlangsung?
Mengedepankan Tilang Elektronik (ETLE)
Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, memberikan penjelasan mengenai mekanisme penegakan hukum di lapangan. Ia menegaskan bahwa penindakan pelanggaran lalu lintas tetap dilakukan, namun metodenya lebih modern.
Polisi akan mengoptimalisasi penegakan hukum berbasis tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Kamera pengawas canggih ini, baik yang bersifat statis (terpasang di lampu merah/jalan) maupun mobile (dibawa petugas berpatroli), akan menjadi ujung tombak pengawasan.
“Penegakan hukum berbasis ETLE, baik statis maupun mobile, harus dioptimalkan secara profesional, humanis, dan berkeadilan tanpa menimbulkan konflik di lapangan,” tegas Kombes Pol Aries, dilansir KabarJawa.com pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Jadi kesimpulannya, kemungkinan tilang tetap ada, namun mayoritas dilakukan melalui sistem elektronik (ETLE). Petugas di lapangan juga ditekankan untuk melakukan pendekatan yang humanis dan edukatif.
Larangan Keras Knalpot Brong
Khusus untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, polisi memberikan atensi khusus terhadap penggunaan knalpot bising atau brong.
Dalam imbauannya, Satlantas Polrestabes Surabaya melalui Instagram @polantas_surabaya, mengajak masyarakat merayakan pergantian tahun dengan aman dan tertib tanpa adanya gangguan suara bising dari knalpot tidak standar.
“Kita rayakan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 dengan aman dan tertib tanpa adanya knalpot brong,” demikian keterangan Satlantas.
Empat Klaster Pengamanan Prioritas
Selain fokus pada penindakan pelanggaran, Operasi Lilin 2025 menetapkan empat area utama yang menjadi prioritas pengamanan ketat:
- Jalur Tol dan Arteri: Petugas akan melakukan pengawasan intensif pada ruas jalan yang rawan kepadatan, termasuk akses keluar masuk tol dan rest area.
- Penyeberangan dan Pelabuhan: Pengamanan diperkuat di pelabuhan dan bandara, terutama saat puncak arus mudik dan balik.
- Lokasi Ibadah: Gereja dan tempat ibadah lainnya yang menggelar misa Natal.
- Kawasan Wisata: Antisipasi lonjakan pengunjung di daerah tujuan wisata utama dan wilayah aglomerasi. Kombes Aries secara spesifik meminta antisipasi di jalur wisata populer seperti kawasan Anyer, Puncak Bogor, Bandung, hingga Yogyakarta.
Kabag Ops meminta seluruh personel yang bertugas untuk mengutamakan keselamatan diri serta memberikan pelayanan yang optimal dan simpatik kepada masyarakat yang sedang menikmati masa liburan.***