
KabarJawa.com – Baru-baru ini, jagat maya ramai memperbincangkan sebuah video yang menampilkan keluarga pasien yang membawa jenazah bantuan kereta dorong dari rumah sakit.
Rekaman tersebut dengan cepat memicu berbagai reaksi publik dan kemudian viral di media sosial. Hingga pada akhirnya, pihak rumah sakit pun memberikan klarifikasi resminya.
Klarifikasi RSUD Grati Pasuruan
Lewat unggahan media sosial resminya, RSUD Grati Pasuruan menjelaskan bahwa kejadian yang tampak dalam video sebenarnya berawal dari miskomunikasi.
“Klarifikasi terkait video yang beredar. Sehubungan dengan beredarnya video mengenai pemulangan jenazah di RSUD Grati, bersama ini kami menyampaikan bahwa kejadian tersebut berasal dari miskomunikasi antara keluarga pasien dan petugas di lapangan,” demikian keterangan pihak rumah sakit seperti dilansir KabarJawa.com dari Instagram @rsudgrati pada Jumat, 14 November 2025.
RSUD Grati, melalui direkturnya juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang terlibat dalam video tersebut. Kemudian, rumah sakit mengungkapkan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para pasiennya.
“RSUD Grati berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang aman, bermartabat, dan terbaik bagi masyarakat,” lanjutnya.
Penjelasan dari Perekam Video
Tidak hanya pihak rumah sakit, orang yang merekam sekaligus mengunggah video juga memberikan pernyataan mengenai kejadian tersebut.
Sosok tersebut diketahui bernama Sholeh, Kepala Desa Balunganyar di Kecamatan Grati. Ketika kejadian berlangsung diketahui bahwa dirinya sedang membantu menjemput jenazah di RSUD Grati.
Dalam keterangannya, Sholeh menjelaskan bahwa masalah bermula ketika ia menunggu jenazah yang belum juga keluar meski urusan administrasi telah selesai.
Ia kemudian berinisiatif meminjam kereta dorong rumah sakit untuk membawa jenazah dari ruang perawatan menuju ambulans.
Namun, tanpa disadarinya, petugas rumah sakit mengira alat tersebut yang hendak dipinjam akan dibawa pulang. Kesalahpahaman antara informasi yang disampaikan petugas dan pesan yang ia pahami pun tidak bisa terhindarkan.
Sholeh mengakui bahwa miskomunikasi tersebut membuat situasi menjadi salah ditafsirkan. Ia juga berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama.
“Pada saat di rumah sakit, ketika menunggu jenazah tidak keluar-keluar, setelah menyelesaikan administrasi, saya mau pinjam kereta dorong untuk di bawa ke ambulance,” Katanya.
“Nah, karena memang posisi pasien di lantai dua, ternyata dari pihak sananya dikira kereta tadi dibawa pulang. Sehingga, ada miskomunikasi antara staf menyampaikannya ke sana dengan yang saya sampaikan,” tuturnya.
Awal Mula Video Viral Pemulangan Jenazah
Sebelumnya, video yang menjadi perbincangan itu pertama kali viral pada Rabu malam tanggal 12 November 2025. Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, terlihat beberapa anggota keluarga mengangkat jenazah tanpa bantuan kereta dorong.
Suara perekam video juga terdengar menyesalkan apa yang diduga sebagai ketidakmauan pihak rumah sakit meminjamkan alat tersebut. Rekaman itu kemudian langsung menyebar di berbagai platform, mulai dari TikTok, Instagram, Facebook sampai grup WhatsApp.
Namun setelah klarifikasi dari kedua belah pihak disampaikan, barulah diketahui bahwa insiden tersebut disebabkan oleh miskomunikasi.
Kini, baik pihak rumah sakit maupun perekam video telah sama sama telah menyampaikan permohonan maaf dan berharap masalah ini menjadi pembelajaran yang lebih baik di kemudian hari.***