
KabarJawa.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa kekuatan maritim memiliki peran vital dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, Angkatan Laut dinilai memegang posisi strategis dalam menjaga kepentingan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai memberikan kuliah umum di Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Selasa, 24 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya penguatan sektor kemaritiman sebagai bagian dari upaya menjaga integritas wilayah sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Pertahanan Kuat untuk Menjaga Integritas Negara
Menurut AHY, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, wilayah yang sangat luas, serta jumlah penduduk yang besar.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pembangunan, tetapi sekaligus membutuhkan sistem pertahanan yang kuat untuk menjaga keutuhan negara.
“Ketika kita memahami Indonesia punya kekayaan alam yang bisa kita syukuri, begitu luas dan penduduk besar, maka harus kita jaga integritasnya dengan pertahanan yang memiliki kekuatan dan kemampuan. Baik masa damai maupun perannya untuk operasi militer perang,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan pertahanan tidak hanya dibutuhkan saat menghadapi ancaman militer, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas nasional pada masa damai.
Negara Maritim Harus Maksimalkan Potensi Kelautan
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki karakteristik geografis yang menjadikan laut sebagai penghubung utama antarwilayah.
Karena itu, AHY menilai seluruh instrumen pendukung sektor kemaritiman harus terus diperkuat.
Penguatan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur yang mampu mendukung aktivitas maritim secara berkelanjutan.
“Terlebih lagi Indonesia adalah negara maritim. Sehingga kita harus pastikan kekuatan yang kita punya harus dimaksimalkan. Kemajuan teknologi harus kita berdayakan,” ujarnya.
Menurut AHY, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah laut sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di sektor kemaritiman.
Pembangunan Pelabuhan dan Jalur Laut Dukung Ekonomi Nasional
Dalam paparannya, AHY menjelaskan bahwa pembangunan kemaritiman tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan.
Sektor ini juga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan konektivitas dan pusat-pusat ekonomi baru.
Pembangunan pelabuhan, optimalisasi jalur pelayaran, serta penguatan ekosistem ekonomi berbasis maritim dinilai menjadi langkah penting untuk mempercepat distribusi barang dan meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Pemaritiman tidak lepas dari negara dalam menyiapkan pelabuhan, jalur laut, dan menciptakan ekonomi baru untuk menopang perekonomian. Angkatan Laut memiliki peran untuk ini,” katanya.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, sektor maritim diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Ancaman Aktivitas Ilegal di Perairan Indonesia Masih Tinggi
Selain membahas aspek pembangunan, AHY juga menyoroti berbagai aktivitas ilegal yang masih terjadi di wilayah perairan Indonesia. Praktik-praktik tersebut dinilai merugikan negara dan berpotensi mengganggu keamanan nasional.
Beberapa bentuk pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain perdagangan manusia serta penangkapan ikan ilegal yang masih ditemukan di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
“Masih banyak praktik ilegal di perairan kita, human trafficking, illegal fishing. Ini merusak dan merugikan negara kita,” ucapnya.
Menurut AHY, pengawasan yang lebih kuat dan koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk mencegah berbagai pelanggaran tersebut terus terjadi.
Diplomasi Tetap Diutamakan, Pertahanan Harus Siap
Dalam menghadapi berbagai tantangan global maupun ancaman terhadap kepentingan nasional, AHY menegaskan bahwa Indonesia akan tetap mengedepankan jalur diplomasi. Namun, pada saat yang sama, negara harus memiliki kemampuan pertahanan yang memadai sebagai bentuk kesiapsiagaan.
“Kalau tidak bisa diplomasi maka kita siap menghadapi dengan kekuatan kita,” ujarnya.
Meski demikian, AHY menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjaga perdamaian dunia dan mengedepankan hubungan baik dengan negara-negara lain.
“Di atas segalanya kita ingin dunia kita damai dan tenteram,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara diplomasi, pembangunan kemaritiman, dan penguatan pertahanan dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara maritim.***