
Kabarjawa – Jawa Timur terus mempertahankan posisinya sebagai lumbung padi utama di Indonesia. Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi padi di wilayah ini.
Dengan berbagai strategi dan dukungan infrastruktur pertanian, target produksi padi di Jawa Timur pada tahun 2025 dipatok mencapai lebih dari 12 juta ton.
Produksi Padi Jatim Terus Meningkat
Dalam pertemuan dengan ribuan penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Jawa Timur di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Amran menyampaikan bahwa produksi padi di provinsi ini mengalami tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada 2023, Jawa Timur mencatat produksi sebesar 9,71 juta ton. Namun, pada 2024, produksi sedikit menurun sebesar 4,53% menjadi 9,27 juta ton. Meski begitu, Jawa Timur tetap menjadi produsen padi terbesar secara nasional.
Pada 2025, target produksi padi di Jatim ditetapkan sebesar 12,62 juta ton. Pemerintah optimis target ini bisa dicapai melalui berbagai upaya peningkatan produktivitas pertanian, termasuk penerapan teknologi modern, perbaikan irigasi, dan penyediaan pupuk bersubsidi.
Dukungan Infrastruktur dan Teknologi Pertanian
Untuk mencapai target swasembada pangan, pemerintah berfokus pada berbagai langkah strategis, seperti modernisasi alat pertanian, optimalisasi sistem irigasi, serta distribusi pupuk yang lebih efisien.
Faktor cuaca juga menjadi tantangan yang dihadapi, namun dengan strategi mitigasi seperti pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi, produksi padi nasional tetap mengalami peningkatan.
Selain itu, produksi beras nasional pada periode Januari hingga April 2025 diprediksi mencapai 13,95 juta ton, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Pertumbuhan sektor pertanian nasional pada Januari-Maret 2025 diperkirakan melonjak hingga 52,32%, mencerminkan keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan.
Apresiasi untuk Penyuluh Pertanian
Peran penyuluh pertanian sangat vital dalam keberhasilan sektor pertanian nasional. Pemerintah mengapresiasi kerja keras mereka dalam mendampingi para petani di lapangan, terutama dalam menerapkan teknik budidaya yang lebih produktif dan efisien.
Sebagai bentuk penghargaan, Mentan berjanji akan menggelar perayaan besar jika target produksi padi Jawa Timur sebesar 12 juta ton dapat tercapai.
Acara tersebut direncanakan akan melibatkan seluruh penyuluh pertanian sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencapai swasembada pangan nasional.
Jawa Timur terus menunjukkan perannya sebagai lumbung padi nasional dengan target produksi ambisius pada 2025.
Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, serta kerja keras para penyuluh dan petani, pemerintah optimis swasembada pangan dapat terwujud.
Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan penyuluh menjadi kunci utama dalam mencapai ketahanan pangan yang lebih kuat di Indonesia.(Kabarjawa)