Kabarjawa – Proyek pembangunan jalan tol di Yogyakarta menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Dua proyek yang tengah menjadi fokus percepatan pembangunan adalah Jalan Tol Jogja-YIA (Yogyakarta International Airport) dan Tol Jogja-Solo Paket 2.2.
Dengan perkembangan yang terus dipercepat, kedua proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas dan perekonomian daerah. Berikut adalah pembaruan terbaru terkait progres kedua proyek tol tersebut.
Proses Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulon Progo terus mempercepat pembebasan lahan untuk Jalan Tol Jogja-YIA. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) di tiga kalurahan terdampak di sisi barat, yakni Kulur, Kaligintung di Kapanewon Temon, dan Hargorejo di Kapanewon Kokap.
Satgas ini terdiri dari dua kelompok utama. Kelompok pertama bertugas mendata luasan lahan dan aset, sedangkan kelompok kedua mengurus administrasi. Satgas melibatkan unsur Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kulon Progo, pemerintah kapanewon, dan pihak terkait lainnya.
Sementara itu, di sisi timur, pembebasan lahan masih menunggu surat perintah pembayaran ganti rugi dari Lembaga Manajemen Aset Negara. Wilayah terdampak meliputi beberapa kalurahan di Kapanewon Sentolo, Pengasih, dan Nanggulan. Sebagian besar wilayah ini telah melalui musyawarah ganti rugi, dan beberapa sudah menerima pembayaran.
Perkembangan Pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2
Proyek Tol Jogja-Solo Paket 2.2, yang membentang dari Ringroad Trihanggo hingga junction Sleman, kini dalam tahap percepatan. Dengan target penyelesaian pada Oktober 2025, proyek ini akan menghubungkan Jalan Tol Jogja-Bawen dan memperlancar arus transportasi.
Desain konstruksi tol ini meliputi dua bagian: at grade dan elevated. Pembangunan at grade dilakukan di wilayah Mlati hingga sebelum Ringroad Sleman, sedangkan konstruksi elevated diterapkan di Ringroad Sleman.
Saat ini, progres konstruksi telah mencapai 49 persen. Di area at grade, proses penimbunan dan pemadatan material urug sedang berlangsung untuk membentuk badan jalan. Di area elevated, konstruksi bore pile untuk pondasi tiang kolom pile cap sedang disiapkan.
Relokasi komplek makam Kyai Kromo Ijoyo di Padukuhan Ketingan menjadi faktor percepatan pembangunan. Setelah relokasi selesai, lahan di STA 56+760 akan ditimbun dan dipasangi box culvert untuk akses menuju embung Ketingan. Pengembang optimis proyek ini selesai tepat waktu, meskipun masih ada pekerjaan rumah terkait penggantian lahan desa di ujung barat proyek.
Progres pembangunan Jalan Tol Jogja-YIA dan Jogja-Solo Paket 2.2 terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dengan langkah strategis seperti pembentukan Satgas dan percepatan konstruksi, kedua proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu, memberikan manfaat besar bagi masyarakat Yogyakarta, dan memperkuat konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.(Kabarjawa)