
KABAR JAWA – Dunia kuliner Tanah Air, khususnya para pecinta Leker di Semarang kini tengah berduka.
Pasalnya, pemilik uusaha leker Legendaris di wilayah tersebut, Paimo Al Suparmo, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025, tepat pukul 03.00 WIB.
Kabar wafatnya Paimo sontak menyebar dengan cepat, khususnya di kalangan para penggemar kuliner yang mengenal dia sebagai sosok pekerja keras sekaligus pencipta leker tersebut.
Banyak warganet, pelanggan setia, hingga pelaku usaha kuliner lainnya turut menyampaikan belasungkawa melalui berbagai platform media sosial.
Tak sedikit pula yang mengenang momen mereka menikmati Leker Paimo yang telah menjadi salah satu ikon camilan favorit di Semarang.
Leker Paimo Semarang
Selama bertahun-tahun, nama Leker Paimo telah identik dengan cita rasa autentik dan antrian panjang pelanggan.
Berlokasi di kawasan strategis di Semarang, usaha milik Paimo ini dikenal luas bukan hanya oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan yang datang dari luar kota.
Dibalik kesuksesan tersebut, ada sosok Paimo Al Suparmo yang selalu melayani pelanggan dengan senyum ramah dan penuh semangat.
Bahkan, beberapa waktu lalu leker ini sempat viral dan jadi sorotan pecinta kuliner Semarang.
Penyebab Paimo Leker Meninggal Dunia
Menurut kabar yang beredar, Paimo menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Tlogosari selama kurang lebih sepuluh hari.
Meski disebutkan bahwa dia wafat karena sakit, keluarga memilih untuk tidak mengungkap secara rinci jenis penyakit yang dideritanya.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Paimo kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Purwodadi.
Meninggal karena Sakit
Jadi, kesimpulannya pemilik leker Paimo Legend di Semarang, Paimo Al Suparmo meninggal dunia karena sakit.
Namun, pihak keluarga tidak menjelaskan spesifik penyakit apa yang dia derita.
Yang jelas, kini pecinta kuliner di Semarang tengah berduka.
Dan setelah Paimo tiada, doa dan ucapan belasungkawa kini masih terus mengalir.
Harapannya, rasa khas dan semangat pelayanan almarhum dapat tetap hidup, meski sang ia telah berpulang.***