
Kabarjawa – Memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) sangat penting bagi masyarakat, terutama menjelang akhir Ramadan dan bulan Maret 2025.
Dengan mengetahui perkembangan harga, warga dapat menentukan prioritas belanja, sementara pedagang dan produsen bisa menyusun strategi yang tepat.
Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), berikut adalah informasi terbaru mengenai harga sembako di Kota Jogja per 23 Maret 2025.
Daftar Harga Sembako Jogja 23 Maret 2025
Panel harga Bapanas menjadi rujukan utama dalam melacak perubahan harga sembako secara akurat. Per 23 Maret 2025, pukul 11.26 WIB, inilah daftar harga bahan pokok di Jogja:
- Beras premium: Rp 14.136/kg (turun dari Rp 14.167/kg)
- Beras medium: Rp 13.000/kg
- Beras SPHP: Rp 12.427/kg (turun dari Rp 12.433/kg)
- Kedelai biji kering (impor): Rp 9.600/kg
- Bawang merah: Rp 41.571/kg (naik dari Rp 41.286/kg)
- Bawang putih bonggol: Rp 39.500/kg (turun dari Rp 40.000/kg)
- Cabai merah keriting: Rp 49.286/kg (naik dari Rp 48.571/kg)
- Cabai merah besar: Rp 49.286/kg
- Cabai rawit merah: Rp 85.000/kg (turun dari Rp 85.571/kg)
- Daging sapi murni: Rp 130.000/kg
- Daging ayam ras: Rp 35.500/kg (turun dari Rp 35.667/kg)
- Telur ayam ras: Rp 26.850/kg (turun dari Rp 27.222/kg)
- Gula konsumsi: Rp 17.818/kg (turun dari Rp 17.900/kg)
- Minyak goreng kemasan: Rp 18.955/liter (naik dari Rp 18.950/liter)
- Minyak goreng curah: Rp 17.571/liter
- Minyakita: Rp 16.100/liter (turun dari Rp 16.167/liter)
- Tepung terigu curah: Rp 9.000/kg
- Tepung terigu kemasan: Rp 10.900/kg (naik dari Rp 10.889/kg)
- Garam konsumsi: Rp 11.700/kg (naik dari Rp 11.667/kg)
- Ikan kembung: Rp 36.833/kg
- Ikan tongkol: Rp 33.833/kg (naik dari Rp 33.333/kg)
- Ikan bandeng: Rp 41.333/kg
Stabilitas Harga dan Tren Perubahan
Harga daging ayam di Jogja terpantau cukup stabil di angka Rp 35.000-an selama paruh kedua Maret 2025. Pada 22 Maret, harganya sempat naik menjadi Rp 35.667/kg sebelum turun lagi ke Rp 35.500/kg.
Sementara itu, beberapa komoditas seperti cabai merah keriting dan bawang merah mengalami kenaikan, sedangkan harga beras premium, telur ayam, dan minyakita cenderung turun.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Sembako
Beberapa faktor yang memengaruhi naik-turunnya harga sembako meliputi:
- Faktor Produksi: Cuaca buruk dan hasil panen yang kurang maksimal bisa membuat pasokan berkurang, menyebabkan harga melonjak.
- Faktor Distribusi: Proses distribusi yang lama atau terhambat turut memengaruhi harga barang di pasaran.
- Faktor Sumber Pasokan: Ketersediaan barang di pasar sangat menentukan harga. Semakin langka, harganya akan semakin mahal.
- Faktor Permintaan dan Penawaran: Peningkatan permintaan biasanya diikuti dengan kenaikan harga, terutama menjelang hari besar.
- Faktor Jumlah Pedagang Pesaing: Semakin sedikit pedagang, semakin ketat persaingan harga yang bisa memengaruhi fluktuasi harga barang.
Memantau perkembangan harga sembako sangat penting, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran. Dengan informasi terkini, masyarakat bisa membuat keputusan belanja yang lebih bijak, dan pedagang dapat menyesuaikan strategi bisnisnya.
Perubahan harga bahan pokok di Jogja dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari produksi hingga jumlah pesaing di pasar. Untuk informasi harga terkini, masyarakat dapat mengakses situs resmi Bapanas di https://panelharga.badanpangan.go.id/tabel-rekap.(Kabarjawa)