
Kabarjawa – Gapura Naga Giri, ikon selamat datang di Kota Gresik, kini menjadi sorotan publik. Bangunan megah yang menelan anggaran hingga Rp 7 miliar ini mengalami kerusakan serius.
Lapisan dinding yang mulai rontok mengungkapkan rongga kosong serta rangka besi di dalamnya, memunculkan kekhawatiran warga akan potensi bahaya bagi pengendara yang melintas.
Kondisi Terkini Gapura Naga Giri
Gapura Naga Giri dibangun pada tahun 2012 sebagai simbol kebanggaan dan gerbang utama masuk ke Kabupaten Gresik. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan ini semakin memprihatinkan.
Warga yang melintas di jalur utama tersebut mendapati dinding gapura mulai runtuh, memperlihatkan bagian dalam yang kosong. Sebelumnya, masyarakat mengira gapura ini memiliki konstruksi batu bata cor yang padat layaknya candi.
Kabar kerusakan ini pertama kali viral setelah akun Instagram @andreli_08 membagikan foto-foto kondisi terkini gapura. Unggahan tersebut memicu berbagai komentar dari netizen yang merasa kecewa dan khawatir akan keselamatan pengguna jalan.
Beberapa warga melaporkan bahwa reruntuhan dinding berjatuhan ke jalan, berpotensi membahayakan pengendara yang melintas.
Penyebab Kerusakan dan Upaya Perbaikan
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, mengonfirmasi bahwa kerusakan pertama kali diketahui pada Jumat malam (14/3/2025) saat pemasangan lampu sorot berkapasitas 250 Watt di area gapura. Ketika itu, petugas DLH melihat adanya kerusakan yang cukup parah pada struktur dinding.
Setelah mendapatkan laporan, tim teknis DLH Gresik segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Sabtu pagi dan langsung memulai proses perbaikan.
Menurut Sri Subaidah, penyebab utama kerusakan diduga akibat usia material batu alam yang sudah tua. Selain itu, lalu lintas kendaraan besar yang sering melintas di jalur tersebut juga menimbulkan getaran yang mempercepat proses kerusakan.
Kerusakan Gapura Naga Giri menjadi perhatian serius bagi warga Gresik dan pemerintah setempat. Dengan usianya yang mencapai lebih dari satu dekade, serta pengaruh getaran dari kendaraan besar, bangunan ini membutuhkan penanganan segera demi keamanan dan estetika kota.
Upaya perbaikan yang tengah dilakukan diharapkan dapat memulihkan ikon selamat datang Kota Gresik ini agar kembali kokoh dan memancarkan kebanggaan bagi masyarakat.(Kabarjawa)