
KabarJawa.com – Peristiwa nahas terjadi di perlintasan sebidang antara Stasiun Prambanan dan Maguwo pada Selasa, 4 November 2025, sekitar pukul 10.35 WIB.
Sebuah kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Bangunkarta dengan sebuah mobil dan sepeda motor menggemparkan warga sekitar.
Suara benturan keras disusul kepulan asap membuat banyak orang berlarian ke arah lokasi untuk menolong para korban.
Insiden ini menjadi sorotan publik karena menelan korban jiwa serta menimbulkan luka serius pada beberapa orang.
Berapa Jumlah Korban Kecelakaan Kereta di Prambanan?
Berdasarkan hasil identifikasi terbaru, total korban mencapai 9 orang. Rinciannya 3 meninggal dunia dan 6 lainnya mengalami luka-luka.
Menurut hasil pendataan, tiga orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ketiganya merupakan pengendara sepeda motor. Mereka adalah:
- K, perempuan, warga Kota Yogyakarta
- S, laki-laki, warga Kota Yogyakarta
- G, laki-laki, warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Sementara itu, enam korban lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Empat di antaranya adalah satu keluarga yang berada di dalam mobil. Mereka terdiri dari pasangan suami istri dan dua balita, yakni:
- NS, perempuan, warga Semarang, Jawa Tengah
- OE, laki-laki, warga Semarang, Jawa Tengah, yang juga merupakan pengemudi mobil
- MA, laki-laki, bayi berusia 2 bulan
- KM, perempuan, anak berusia 2 tahun
Dua korban luka lain merupakan pejalan kaki, yaitu seorang ibu dan anaknya yang saat kejadian sedang berada di dekat perlintasan. Identitas mereka adalah:
- SA, laki-laki, warga Brebes, Jawa Tengah
- EA, perempuan, anak berusia 1 tahun 7 bulan
Semua korban luka kini telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Tim medis memastikan kondisi mereka perlahan membaik meski masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini, sekaligus memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam prosedur keselamatan di perlintasan tersebut.
Penyebab Kecelakaan Kereta Prambanan Masih Diselidiki
Menurut keterangan Kapolsek Prambanan, Komisaris Polisi Dede Setyarto, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk petugas penjaga palang pintu yang bertugas pada waktu kejadian.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dari warga sekitar yang melihat langsung kejadian dan dari petugas palang pintu,” katanya.
Polisi nantinya juga akan menyoroti soal palang pintu yang ada di sana.
“Kami ingin memastikan, ketika kereta lewat, posisi palang itu terbuka atau tertutup,” lanjutnya.***