
KABAR JAWA – Akan ada perombakan besar di Pertamina. Kabarnya, jajaran direksi di perusahaan energi pelat merah ini bakal berubah hampir semua.
Tapi, satu nama tetap bertahan. Simon Aloysius Mantiri dikabarkan masih menjabat sebagai Direktur Utama.
Info ini mulai ramai dibicarakan pada Rabu, 12 Juni 2025. Isunya, pemegang saham Pertamina akan menggelar RUPS dan memutuskan wajah-wajah baru untuk duduk di kursi direksi.
Ini bukan cuma soal pergantian nama, tapi bagian dari langkah besar yang dilakukan di banyak BUMN minggu ini.
Perombakan ini juga ada kaitannya dengan Danantara. Ini adalah holding baru yang dibentuk pemerintah buat menyatukan sejumlah aset BUMN strategis.
Karena harus dikonsolidasikan dulu, RUPS sempat tertunda.
Siapa Saja yang Diganti?
Kalau kabar ini benar, mayoritas direksi akan diganti. Berikut ini beberapa posisi yang kabarnya akan dirombak:
- Wiko Migantoro, yang sekarang menjabat Wakil Direktur Utama, disebut akan digantikan.
- Salyadi Dariah Putra, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha, juga termasuk yang akan diganti.
- Emma Sri Martini, Direktur Keuangan, posisinya kemungkinan akan digeser.
- Alfian Nasution, yang saat ini Direktur Logistik dan Infrastruktur, juga kabarnya ikut diganti.
- Erry Widiastono, Direktur Penunjang Bisnis, masuk dalam daftar yang bakal diganti.
- Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko, juga disebut tak lagi menjabat.
Hanya dua nama yang kabarnya masih akan bertahan. Selain Simon Aloysius, ada juga M Erry Sugiharto yang sepertinya tetap dipertahankan di jajaran direksi.
Kenapa Direksi Dirombak?
Belum ada penjelasan resmi. Tapi biasanya, pergantian direksi dilakukan untuk menyegarkan manajemen dan menyesuaikan arah bisnis dengan strategi baru perusahaan.
Apalagi dengan dibentuknya Danantara, banyak hal memang harus disesuaikan, termasuk susunan direksi.
Selain itu, pergantian seperti ini juga bisa jadi bagian dari evaluasi kinerja. Jadi, bukan hal yang aneh kalau jajaran direksi diganti secara besar-besaran.
Apa Dampaknya ke Pertamina?
Pergantian direksi biasanya akan berdampak ke arah kebijakan baru. Bisa jadi soal proyek-proyek strategis, pengelolaan keuangan, atau bahkan hubungan dengan mitra luar negeri.
Tapi sejauh ini, karena Simon masih bertahan sebagai Dirut, bisa jadi arah besar bisnis Pertamina masih tetap sama.
Semua pihak menunggu pengumuman resminya. Termasuk para pegawai dan masyarakat yang mengandalkan Pertamina sebagai sumber energi utama di Indonesia.
Jadi, meskipun banyak wajah baru yang bakal masuk ke jajaran direksi Pertamina, sosok puncak tertingginya masih sama.
Simon Aloysius tetap jadi orang nomor satu di Pertamina. Kita tunggu saja bagaimana langkah selanjutnya dari perusahaan energi raksasa ini setelah perombakan besar ini terjadi.***