
Kabarjawa – Peningkatan infrastruktur terus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan wilayah. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Talunbrak di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong.
Proyek jembatan yang menyedot anggaran sebesar Rp 13 miliar ini diyakini mampu mempercepat akses masyarakat dan meningkatkan konektivitas antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Gresik.
Pembangunan Jembatan Talunbrak Dimulai Resmi
Pembangunan Jembatan Talunbrak resmi dimulai setelah peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Barra.
Dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas dimulainya proyek strategis ini.
Proyek ini didanai melalui dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan total anggaran sebesar Rp 13.545.739.000.
Pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada CV Sekar Arum, yang memulai pengerjaan sejak 26 Februari 2025. Jembatan ini akan membentang di atas Sungai Lamong, dengan panjang mencapai 60 meter dan lebar 6 meter. Jembatan tersebut nantinya dapat dilalui kendaraan roda dua hingga kendaraan berat seperti mobil dan truk.
Manfaat Jembatan Talunbrak bagi Masyarakat
Keberadaan Jembatan Talunbrak sangat strategis karena menjadi penghubung utama antara beberapa wilayah, termasuk Dusun Talun dan Dusun Brak di Desa Talunblandong, serta Dusun Karangpilang di Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.
Jembatan ini sebelumnya hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan mengalami kerusakan berat akibat banjir pada tahun 2021.
Dengan adanya rekonstruksi ini, masyarakat tidak perlu lagi memutar jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi dan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga merencanakan pelebaran jalan desa sebagai langkah lanjutan setelah pembangunan jembatan rampung.
Target Penyelesaian dan Dukungan Stakeholder
Jembatan Talunbrak ditargetkan selesai pada 20 Oktober 2025. Pemerintah berharap proyek ini dapat mendorong kemajuan kawasan serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Proses pembangunan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Mojokerto, perwakilan Bakorwil Bojonegoro, Forkopimda Mojokerto, DPRD, Dinas PUPR, dan tokoh masyarakat setempat.
Pembangunan Jembatan Talunbrak merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mengatasi hambatan konektivitas wilayah dan mempermudah aktivitas masyarakat.
Dengan nilai strategisnya sebagai penghubung antarwilayah, jembatan ini akan menjadi infrastruktur vital yang mendukung pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan aksesibilitas warga di dua kabupaten.
Diharapkan proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(Kabarjawa)