
Kabarjawa – Kerupuk gendar mengandung boraks! Keamanan pangan menjadi perhatian utama, terutama selama bulan Ramadan ketika konsumsi makanan meningkat.
Dalam upaya melindungi masyarakat dari bahan berbahaya dalam makanan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang dan tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kuliner Aloon-aloon Semarang.
Hasil pemeriksaan menemukan adanya kerupuk gendar yang mengandung boraks, zat berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan.
Sidak BPOM di Pasar Kuliner Aloon-aloon
Tim gabungan melakukan sidak di stan-stan makanan yang berada di kawasan Aloon-aloon, Kecamatan Semarang Tengah.
Dalam inspeksi tersebut, petugas mengambil sebanyak 83 sampel makanan yang terdiri dari berbagai jenis kuliner, seperti bakso, batagor, saus, cireng, dan tahu. Setelah dilakukan uji cepat, satu sampel kerupuk gendar terdeteksi mengandung boraks.
Selain di Pasar Kuliner Aloon-aloon, pengawasan juga dilakukan di beberapa lokasi lain, termasuk Pasar Sendiko dan distributor pangan.
Sejak awal Ramadan, BPOM telah melakukan pengawasan di delapan lokasi, di mana tiga di antaranya masih ditemukan menjual produk kedaluwarsa.
Tindak Lanjut dan Sanksi untuk Pelanggar
BPOM Semarang berencana menelusuri sumber kerupuk gendar yang mengandung boraks hingga ke produsen. Jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam penambahan boraks, tindakan hukum seperti penarikan dan pemusnahan produk akan dilakukan.
Selain itu, pedagang yang kedapatan menjual makanan mengandung boraks akan diberikan imbauan untuk tidak lagi mengambil barang dari sumber yang mencurigakan.
Dinas Kesehatan Kota Semarang juga menyoroti pentingnya legalitas usaha kuliner di pasar tersebut. Dari 64 pedagang yang ada, sekitar 80 persen sudah memiliki sertifikasi halal, namun hanya 30 persen yang memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang akan memfasilitasi pedagang yang belum memiliki izin agar dapat segera mengurus legalitas usaha mereka.
Bahaya Boraks dalam Makanan
Boraks sering digunakan dalam makanan untuk memberikan tekstur yang lebih kenyal atau renyah. Namun, penggunaannya sangat berbahaya bagi kesehatan.
Dalam uji sampel, indikasi keberadaan boraks terlihat dari perubahan warna reagen yang seharusnya kuning menjadi merah.
Dampak konsumsi boraks dalam jangka pendek meliputi mual, muntah, pusing, dan reaksi alergi. Sedangkan dalam jangka panjang, boraks dapat menyebabkan gangguan organ dalam serta meningkatkan risiko kanker.
Temuan boraks dalam kerupuk gendar di Pasar Kuliner Aloon-aloon Semarang menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih makanan.
BPOM Semarang terus berupaya memastikan keamanan pangan dengan melakukan sidak rutin di berbagai lokasi. Pedagang juga diharapkan lebih sadar akan bahaya boraks dan mematuhi regulasi pangan yang berlaku.
Dengan pengawasan ketat dan kesadaran konsumen, diharapkan keamanan pangan di Semarang dapat semakin meningkat.(Kabarjawa)