
Kabarjawa – Banjir kembali melanda wilayah Gresik Utara akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan rumah tergenang, terutama di tiga kecamatan, yakni Bungah, Dukun, dan Manyar.
Dampak banjir ini cukup signifikan, dengan ketinggian air mencapai 70 cm di beberapa daerah. Pemerintah setempat bersama tim relawan telah melakukan berbagai upaya evakuasi dan bantuan logistik guna membantu warga terdampak.
Banjir Terparah di Kecamatan Bungah
Kecamatan Bungah menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah dari banjir ini. Lima dusun di kecamatan tersebut terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 cm.
- Dusun Nongkokerep: Sebanyak 30 rumah terendam, serta fasilitas umum seperti Masjid Muhajirin dan satu sekolah ikut terdampak.
- Dusun Bungah: 40 rumah tergenang, termasuk satu pondok pesantren Qomaruddin, serta jalan lingkungan sepanjang 300 meter terendam.
- Dusun Kaliwot: 40 rumah terdampak, satu musala terendam, dan jalan lingkungan sepanjang 300 meter terendam.
- Dusun Dukuh: 35 rumah terendam, jalan lingkungan sepanjang 250 meter tergenang, serta satu sekolah PAUD terkena dampak.
- Dusun Karangpoh: 55 rumah tergenang dengan ketinggian air mencapai 70 cm, satu musala terdampak, serta jalan lingkungan sepanjang 500 meter ikut terendam.
Selain itu, Desa Sukowati dan Desa Mojopuro Wetan juga mengalami banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 cm.
Dampak Banjir di Kecamatan Dukun dan Manyar
Banjir juga meluas ke Kecamatan Dukun, menggenangi dua desa:
- Desa Madumulyorejo: Delapan rumah terendam dengan ketinggian air 20-30 cm, serta jalan lingkungan sepanjang 100 meter terendam hingga 35 cm.
- Desa Jrebeng: Tujuh rumah terdampak dengan genangan air setinggi 10-20 cm.
Sementara itu, di Kecamatan Manyar, Desa Sembayat menjadi satu-satunya wilayah yang terdampak banjir.
Tiga rumah di bantaran sungai terendam dengan ketinggian air 20-30 cm. Warga setempat telah berinisiatif membuat tanggul darurat guna mencegah air meluas ke permukiman lainnya.
Upaya Penanggulangan dan Evakuasi Warga
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BPBD Jawa Timur, serta relawan desa dan aparat setempat guna melakukan langkah-langkah penanganan.
Tim gabungan telah menyalurkan bantuan logistik serta melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi di wilayah Kecamatan Bungah dilakukan dengan perahu untuk memastikan keselamatan warga.
Selain itu, personel dan peralatan dikerahkan guna memantau perkembangan situasi dan mencegah dampak yang lebih luas.
Banjir akibat luapan Bengawan Solo kembali memberikan dampak besar bagi masyarakat Gresik Utara, terutama di Kecamatan Bungah, Dukun, dan Manyar. Pemerintah dan tim relawan terus berupaya menangani dampak banjir dengan evakuasi serta penyaluran bantuan logistik.
Warga diimbau untuk tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan kemungkinan banjir susulan dapat terjadi. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan situasi ini dapat segera teratasi dan warga bisa kembali beraktivitas dengan normal.(Kabarjawa)