
Kabarjawa – Sebuah insiden tragis terjadi di Sidoarjo dan Mojokerto, di mana seorang pengemudi pikap Suzuki Carry bertindak aksi ugal-ugalan dan menabrak enam orang di beberapa lokasi berbeda.
Kejadian ini mengundang perhatian masyarakat, terutama setelah hasil tes urine pelaku menunjukkan bahwa ia tidak dalam pengaruh alkohol atau narkoba.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini bermula di Jalan Raya Juanda, Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Rian Dwi Laksmana (25), seorang warga Probolinggo yang mengemudikan pikap, pertama kali menabrak seorang pejalan kaki bernama Suparni.
Namun, alih-alih berhenti dan bertanggung jawab, ia justru melaju kencang dan kembali menabrak pengguna jalan lain di beberapa titik.
Aksi brutal ini berlangsung di empat lokasi berbeda di wilayah Sidoarjo dan berlanjut hingga Mojokerto. Polisi bersama warga setempat pun melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga akhirnya pikap yang dikendarainya mengalami kecelakaan di Mojokerto.
Dengan kejadian ini, total ada enam korban, di mana satu di antaranya, yakni Suparni, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara lima korban lainnya mengalami luka ringan.
Motif Pelaku Masih Misterius
Meski hasil tes urine menunjukkan bahwa pelaku tidak berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, motif di balik aksi ini masih menjadi tanda tanya besar.
Kepolisian menduga bahwa pelaku panik setelah menabrak korban pertama dan memilih melarikan diri dengan kecepatan tinggi, yang justru mengakibatkan lebih banyak korban.
Saat ini, pelaku masih menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo akibat patah tulang yang dideritanya dalam kecelakaan terakhir.
Polisi belum bisa meminta keterangan langsung dari pelaku, namun terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna memperjelas kronologi serta alasan di balik tindakan tabrak lari tersebut.
Langkah Hukum dan Penyidikan Lebih Lanjut
Polisi berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional dan objektif. Jika bukti yang terkumpul sudah cukup, status hukum pelaku bisa dinaikkan menjadi tersangka.
Proses penyidikan masih berlangsung dengan melibatkan saksi dan analisis dari rekaman CCTV di lokasi kejadian.Insiden tabrak lari yang terjadi di Sidoarjo dan Mojokerto ini menimbulkan dampak besar, baik bagi korban maupun masyarakat sekitar.
Dengan satu korban meninggal dunia dan lima lainnya terluka, kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Meskipun motif pelaku masih belum jelas, penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan keadilan bagi para korban dan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku.(Kabarjawa)