
Kabarjawa – Candi Borobudur kembali menjadi saksi kegiatan spiritual yang luar biasa. Sebanyak 80 biksuni dari 11 negara mengunjungi situs bersejarah ini dalam rangka beribadah di candi borobudur serta memberikan penghargaan kepada 22 perempuan yang telah berkontribusi bagi perkembangan agama Buddha.
Acara ini sekaligus menjadi momen spesial untuk menyambut Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.
Kedatangan Biksuni di Candi Borobudur
Pada Jumat, 7 Maret 2025, sebanyak 80 biksuni dari berbagai negara seperti Malaysia, Taiwan, China, Singapura, India, Nepal, dan Thailand tiba di Candi Borobudur, Magelang.
Kedatangan mereka disambut dengan prosesi khusus, di mana kaki mereka ditaburi bunga mawar sebagai bentuk penghormatan sebelum menaiki candi. Prosesi pendakian ke puncak Borobudur dimulai sekitar pukul 08.14 WIB.
Penghargaan bagi 22 Perempuan Berjasa dalam Agama Buddha
Selain beribadah, para biksuni juga turut memberikan penghargaan kepada 22 perempuan yang dinilai telah berkontribusi besar dalam perkembangan agama Buddha.
Salah satu penerima penghargaan dari Indonesia adalah Siti Hartati Murdaya, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
Acara ini menjadi bentuk apresiasi atas peran perempuan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam masyarakat.
Dukungan dan Kebahagiaan Umat Buddha
Fatmawati, yang mewakili Siti Hartati Murdaya dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa umat Buddha di seluruh Indonesia merasa sangat berbahagia atas kedatangan para biksuni dan atas penyelenggaraan acara penghargaan ini.
Momentum ini tidak hanya memperkuat hubungan antarumat Buddha dari berbagai negara, tetapi juga menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan lain untuk terus berkontribusi dalam pengembangan spiritual dan sosial.
Kunjungan 80 biksuni dari berbagai negara ke Candi Borobudur menjadi momen yang penuh makna, tidak hanya sebagai bentuk ibadah tetapi juga sebagai penghormatan bagi perempuan yang berjasa dalam agama Buddha.
Acara ini semakin mempererat tali persaudaraan antarumat Buddha di tingkat internasional sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam pengembangan spiritual dan sosial.
Dengan penghargaan yang diberikan, diharapkan semakin banyak perempuan yang terdorong untuk berkontribusi lebih besar dalam masyarakat.(Kabarjawa)