6 Desa Wisata di Lereng Menoreh Wajib Dikunjungi, Bukan Cuma Kebun Teh dan Pemandangan Perbukitan

Bagikan :
Wisatawan menjelajahi Desa Wisata Tinalah, salah satu desa wisata yang ada di lereng Menoreh dan wajib dikunjungi. (Foto: GMaps/Nala Sandra)
Wisatawan menjelajahi Desa Wisata Tinalah, salah satu desa wisata yang ada di lereng Menoreh dan wajib dikunjungi. (Foto: GMaps/Nala Sandra)

KabarJawa.com – Pegunungan Menoreh selalu dikaitkan dengan panorama perbukitan, kebun teh, dan sejumlah destinasi yang menawarkan pemandangan dari ketinggian. Namun sebenarnya kawasan yang membentang di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah itu menyimpan pengalaman wisata yang jauh lebih beragam.

Di Lereng Menoreh terdapat berbagai desa wisata yang tidak sekadar menjadi tempat untuk menikmati alam, tetapi juga mengenal sejarah, tradisi, hasil pertanian, peternakan hingga kekayaan geologi. Keenam desa wisata ini pun sangat layak masuk dalam daftar kunjungan-mu jika dalam waktu dekat berencana melakukan liburan ke wilayah perbukitan Menoreh.

6 Desa Wisata di Lereng Menoreh yang Wajib Dikunjungi

1. Desa Wisata Nglinggo

Desa Wisata Nglinggo di Samigaluh, Kulon Progo, lebih dulu dikenal karena kebun teh dan lanskap Pegunungan Menoreh. Namun, daya tarik desa ini sebenarnya tidak berhenti pada hamparan tanaman teh.

Wisatawan dapat belajar membuat gula aren dan geblek, sekaligus mengenal kesenian tradisional seperti jathilan dan Tari Lengger Tapeng. Proses pembuatan topeng yang digunakan dalam kesenian tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Karena itu, Nglinggo menarik jika dilihat sebagai desa wisata yang mempertemukan alam, pangan lokal, dan kesenian tradisional.

Lokasinya juga berdekatan dengan kawasan Suroloyo yang disebut sebagai salah satu titik tertinggi di Perbukitan Menoreh dan dapat dijangkau sekitar 10 menit dari kawasan Nglinggo.

Selain wisata edukasi, pengunjung dapat menikmati kebun teh, camping, hingga perjalanan jeep di kawasan Menoreh.

Rute dari Bandara YIA & Kota Jogja:

  • Dari Bandara YIA (sekitar 48 km): Lewati Wates menuju Pengasih – Nanggulan – Dekso, lalu naik terus melintasi Jalur Samigaluh hingga Pagerharjo.
  • Dari Kota Jogja (sekitar 36 km): Lewat Jl. Godean ke barat hingga Jembatan Kebon Agung, belok kanan di perempatan Kenteng menuju Kalibawang, belok kiri di perempatan Dekso ke arah Samigaluh hingga Pagerharjo.

Jam Operasional: Setiap hari pukul 07.00–18.00 WIB (beberapa area dibuka hingga 17.00 WIB).

Harga Tiket: Kebun Teh Nglinggo sekitar Rp5.000 – Rp6.000/orang; paket wisata jeep offroad berkisar Rp200.000 – Rp700.000/armada.

Fasilitas: Homestay, area kamping, warung teh dan kuliner lokal, toilet, mushola, serta persewaan jeep & kendaraan offroad.

Baca juga  Pemkab Gunungkidul Klaim Kunjungan Wisata Pantai Sepanjang Meningkat Tajam Pascapenataan Kawasan

2. Desa Wisata Tinalah

Desa Wisata Tinalah di Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, dikenal sebagai destinasi untuk camping, river tubing, susur sungai, dan wisata alam.

Namun, ada sisi lain yang membuat Tinalah menarik. Kawasan ini memiliki jejak sejarah Perang Jawa antara pasukan Pangeran Diponegoro dan Belanda pada 1825–1830.

Dengan latar tersebut, Tinalah dapat dilihat bukan hanya sebagai tempat rekreasi alam, tetapi juga sebagai lanskap sejarah.

Desa wisata ini resmi dikembangkan sejak 2013 dengan konsep yang menggabungkan alam, budaya, aktivitas masyarakat, dan ekonomi kreatif.

Pengalaman wisata yang ditawarkan antara lain live-in, homestay, river tubing, camping, wisata edukasi alam, hingga trekking dengan unsur sejarah.

Rute dari Bandara YIA & Kota Jogja:

  • Dari Bandara YIA (sekitar 35 km): Lewati Jl. Nasional III ke arah Wates, dilanjutkan ke arah Pengasih dan Dekso (Kalibawang), lalu ambil jalur menuju Samigaluh.
  • Dari Kota Jogja (sekitar 26 km): Lewati Jl. Kebon Agung atau Jl. Godean lurus ke barat melewati Jembatan Kebon Agung menuju Dekso, kemudian belok ke arah Samigaluh.

Jam Operasional: Setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.

Harga Tiket: Tiket masuk kawasan sekitar Rp10.000 – Rp15.000/orang (paket outbound/camping disesuaikan dengan pengelola).

Fasilitas: Area kamping, pendopo pertemuan, toilet umum, mushola, warung makan, homestay warga, dan akses wi-fi gratis di pusat aktivitas.

3. Desa Wisata Banjaroya

Banjaroya memiliki daya tarik yang cukup berbeda dibanding desa wisata lain di kawasan Menoreh. Desa di Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, ini dikenal sebagai salah satu sentra durian.

Ada cerita menarik mengenai keberadaan durian di kawasan tersebut. Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat klaim bahwa buah durian telah ada di Banjaroya sejak ribuan tahun lalu. Cerita tersebut kerap dikaitkan dengan relief yang menggambarkan buah durian di Candi Borobudur.

Banjaroya juga memiliki posisi geografis yang menarik. Desa ini merupakan wilayah paling utara di Kabupaten Kulon Progo dan menjadi satu-satunya desa di Kulon Progo yang berbatasan sekaligus memiliki akses jalan langsung menuju kawasan Borobudur.

Selain agrowisata durian, wisatawan dapat menikmati Embung Banjaroya dengan panorama perbukitan serta pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu.

Rute dari Bandara YIA & Kota Jogja:

  • Dari Bandara YIA (sekitar 42 km): Ambil rute Wates menuju Nanggulan, lalu terus ke utara menyusuri Jl. Kalibawang–Sendang Sono.
  • Dari Kota Jogja (sekitar 28 km): Melalui Jl. Godean ke barat hingga perempatan Kenteng, belok kanan ke utara (Jl. Magelang–Purworejo/Kalibawang) hingga kawasan Banjaroyo.

Jam Operasional: Setiap hari pukul 07.00–16.00 WIB (Embung Banjaroya buka hingga pukul 18.00 WIB).

Harga Tiket: Memasuki kawasan desa gratis; tiket masuk ke Embung Banjaroya gratis (hanya retribusi parkir Rp2.000/motor dan Rp5.000/mobil).

Fasilitas: Rest area, gazebo, taman bermain, toilet, warung makan lokal, dan area parkir luas.

4. Desa Wisata Hargotirto

Hargotirto di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat desa.

Konsep wisata di Hargotirto bisa digambarkan dengan nuansa “Pulang ke rumah simbah” sebab wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga dapat mengikuti aktivitas masyarakat.

Beberapa pengalaman yang ditawarkan antara lain belajar membatik, bermain gamelan, membuat gula semut, serta mengenal kehidupan masyarakat lokal.

Hargotirto juga memiliki Kampung Tawon yang menjadi salah satu daya tariknya. Wisatawan dapat mengenal pengelolaan lebah sekaligus mencicipi madu lokal.

Konsep tersebut membuat Hargotirto menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan sekaligus belajar mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.

Rute dari Bandara YIA & Kota Jogja:

  • Dari Bandara YIA (sekitar 18 km): Lebih dekat lewat jalur Kokap menuju kawasan Waduk Sermo, dilanjutkan naik ke perbukitan Hargotirto.
  • Dari Kota Jogja (sekitar 38 km): Lewati Jl. Wates ke barat, menuju pusat Kota Wates, belok utara menuju Waduk Sermo dan naik ke arah Kokap.

Jam Operasional: Umumnya pukul 08.00–17.00 WIB untuk objek-objek wisata di dalamnya (seperti Gunung Gajah atau Canting Mas).

Harga Tiket: Kisarannya Rp5.000 – Rp10.000/orang per lokasi destinasi.

Fasilitas: Gardu pandang, warung olahan hasil tani (gula kelapa/kopi), area parkir, toilet, dan sarana foto panorama.

5. Desa Wisata Ngargoretno

Beranjak ke Ngargoretno, Salaman, Kabupaten Magelang, wisatawan akan menemukan daya tarik yang berbeda: marmer merah.

Situs jadesta.kemenpar.go.id mencatat marmer merah sebagai salah satu kekayaan alam unik Ngargoretno dan menyebutnya sebagai marmer merah satu-satunya di Indonesia.

Kawasan ini sebelumnya pernah mengalami aktivitas penambangan. Sebagian kawasan kemudian dikembangkan menjadi ruang wisata dan edukasi.

Salah satu daya tariknya adalah Museum Alam Marmer. Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan perbukitan serta mengenal berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pengolahan kopi, teh, madu liar, susu kambing etawa, gula Jawa, kolang-kaling hingga jamu.

Rute dari Bandara YIA & Kota Jogja:

  • Dari Bandara YIA (sekitar 45 km): Ambil jalur Wates – Samigaluh menuju wilayah perbatasan Kulon Progo-Magelang via Salaman.
  • Dari Kota Jogja (sekitar 40 km): Lewat Jl. Magelang hingga Muntilan/Mungkid, belok ke arah Salaman, atau melalui jalur Godean – Kalibawang – Salaman.

Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 06.00–22.00 WIB (hari Sabtu buka 24 jam).

Harga Tiket: Tiket masuk desa sekitar Rp15.000 – Rp20.000/orang; paket edukasi/jeep wisata berkisar Rp65.000 – Rp150.000/pax.

Fasilitas: Museum Marmer, shuttle jeep, homestay, toilet, warung konsumsi, dan pendopo kesenian.

6. Desa Wisata Tlogoguwo

Tlogoguwo di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, memiliki satu potensi yang cukup unik, yakni peternakan kambing Etawa atau Kaligesing.

Menurut jadesta.kemenpar.go.id, populasi kambing di desa wisata Tlogoguwo bahkan melebihi jumlah penduduknya.

Di sini kambing tidak hanya menjadi komoditas peternakan, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata. Wisatawan dapat belajar mengenai peternakan, mencicipi susu kambing segar, hingga mencoba produk olahan seperti es krim berbahan susu kambing ras Kaligesing.

Daya tarik Tlogoguwo tidak berhenti pada peternakan. Desa ini juga memiliki Hutan Pinus Kalilo, fenomena Watu Tumpang, Goa Sekantong, Embung Tlogoguwo, serta aktivitas edukasi wayang kulit dan wayang gagrag Kaligesingan.

Rute dari Bandara YIA & Kota Jogja:

  • Dari Bandara YIA (sekitar 38 km): Melalui rute Kokap/Wates naik ke arah Kaligesing Purworejo.
  • Dari Kota Jogja (sekitar 32 km): Melalui Jl. Godean ke barat – Dekso – Samigaluh, lalu menyeberang perbatasan ke arah Kaligesing.

Jam Operasional: Kawasan wisata alam buka pukul 07.30–17.00 WIB.

Harga Tiket: Sekitar Rp5.000/orang (seperti tiket Hutan Pinus Kalilo); paket wisata offroad/budaya berkisar Rp150.000 – Rp250.000/pax.

Fasilitas: Hutan pinus, spot foto gardu pandang, gazebo, toilet, warung kopi khas Kaligesing, dan area offroad/jeep.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?