
Kabarjawa – Sepanjang tahun 2025, Jawa Tengah menghadapi berbagai bencana alam yang berdampak signifikan pada dunia pendidikan. Sebanyak 55 sekolah di berbagai daerah mengalami kerusakan akibat banjir, angin kencang, tanah longsor, hingga gempa bumi.
Kabupaten Grobogan menjadi daerah yang paling parah terdampak, dengan belasan sekolah mengalami kerusakan.
Dampak Bencana pada Sekolah di Jawa Tengah
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah melaporkan bahwa 55 sekolah terdampak bencana sepanjang 2025.
Dari jumlah tersebut, empat adalah Sekolah Luar Biasa (SLB), 25 Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 26 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai wilayah.
Kabupaten Grobogan menjadi daerah dengan jumlah sekolah terdampak terbanyak, mencapai 14 satuan pendidikan. Kota Semarang menyusul dengan enam sekolah, sementara Kabupaten Demak melaporkan empat sekolah yang mengalami kerusakan.
Faktor penyebabnya bervariasi, mulai dari banjir, hujan deras, angin kencang, hingga gempa bumi yang merusak infrastruktur sekolah.
Upaya Penanganan dan Pembelajaran Siswa
Dalam situasi darurat, Disdikbud Jateng menekankan pentingnya keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Meski beberapa sekolah tidak dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara daring.
Jika kondisi tidak memungkinkan, sekolah diperbolehkan meliburkan kegiatan pembelajaran hingga situasi membaik.
Untuk penanganan fisik, berbagai skema pembiayaan digunakan, mulai dari dana APBN, APBD, hingga bantuan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Disdikbud dan BAZNAS. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak.
Imbauan dan Langkah Antisipasi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa beberapa wilayah di Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Disdikbud Jateng mengimbau seluruh sekolah di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai tindakan pencegahan.
Setiap kepala satuan pendidikan diwajibkan melaporkan kondisi sekolahnya jika terdampak bencana. Dengan laporan ini, Disdikbud dapat merespons lebih cepat dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca menjadi kunci utama dalam meminimalisasi dampak bencana.
Bencana alam yang melanda Jawa Tengah sepanjang 2025 berdampak besar pada sektor pendidikan. Kabupaten Grobogan menjadi wilayah paling terdampak dengan 14 sekolah mengalami kerusakan.
Disdikbud Jateng terus berupaya memastikan kelangsungan proses pembelajaran dengan berbagai solusi, termasuk pemanfaatan pembelajaran daring dan dukungan dana perbaikan.
Dengan koordinasi yang baik antara sekolah, Disdikbud, dan pihak terkait, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat demi kelancaran pendidikan di Jawa Tengah.(Kabarjawa)