3 September Masih Ada Demo, Ini Tuntutan dari Aliansi Perempuan Indonesia

Bagikan :
Ilustrasi 3 September Masih Ada Demo, Ini Tuntutan dari Aliansi Perempuan Indonesia/Unsplash

KABAR JAWA – Gelombang protes di jantung ibu kota belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

Setelah serangkaian aksi massa yang dimotori berbagai elemen masyarakat, kini giliran Aliansi Perempuan Indonesia yang mengumumkan rencana untuk menggeruduk Gedung DPR RI pada Rabu, 3 September 2025.

Gelombang aksi unjuk rasa yang melanda Jakarta sejak akhir Agustus 2025 terus berlanjut. Setelah mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online turun ke jalan, kini giliran Aliansi Perempuan Indonesia yang menegaskan sikap politiknya.

Mereka mengumumkan akan menggelar demonstrasi besar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu, 3 September 2025, dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 300 orang.

Fokus Tuntutan: Hentikan Kekerasan Negara

Mutiara Ika, perwakilan dari organisasi Perempuan Mahardhika yang tergabung dalam aliansi, menegaskan bahwa tujuan utama aksi ini adalah mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan tindakan represif aparat.

“Kami menuntut pemerintah menarik mundur pasukan TNI dan Polri serta menghentikan kekerasan negara terhadap warga yang berdemonstrasi,” ujarnya dalam pesan tertulis pada Selasa, 2 September 2025.

Aliansi juga mengkritik keras langkah aparat yang melakukan patroli hingga ke kampus dan permukiman warga sejak 25 Agustus.

Bahkan, pada Senin, 1 September, polisi melepaskan gas air mata ke area Universitas Pasundan dan Universitas Islam Bandung. Menurut Ika, tindakan tersebut mencederai prinsip demokrasi dan harus segera diakhiri.

Baca juga  Jaga Pasar Tetap Sehat, KPPU Dalami Kelangkaan BBM Non-Subsidi agar Tak Ada Praktik Monopoli

Jadwal dan Bentuk Aksi

Poster resmi yang disebarkan oleh aliansi menampilkan latar hitam dengan ornamen merah muda, berisi ajakan untuk berkumpul pada pukul 10.00 WIB di depan Gedung DPR. Slogan yang disorot berbunyi tegas: “Prabowo hentikan kekerasan negara sekarang juga.”

Selain menolak tindakan represif aparat, para perempuan juga membawa agenda lain, yaitu mendesak pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara untuk kepentingan elite politik, menolak pelabelan aksi rakyat sebagai makar maupun terorisme, serta meminta perlindungan bagi para demonstran yang ditangkap.

Mereka menekankan bahwa akar dari gelombang protes ini adalah masalah struktural seperti kemiskinan dan ketiadaan lapangan kerja yang belum mendapat jawaban dari pemerintah.

Rencana yang Sempat Ditunda

Sebelumnya, aksi ini sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2025. Namun, Aliansi Perempuan Indonesia memutuskan menunda karena situasi keamanan dinilai belum kondusif.

Meskipun demikian, pada hari yang sama mereka tetap menyampaikan sikap politik secara terbuka kepada publik.

Kilas Balik Gelombang Demonstrasi 2025

Aksi protes di ibu kota bermula pada 25 Agustus 2025, ketika massa berkumpul di depan Gedung DPR menolak besarnya tunjangan anggota dewan yang mencapai Rp 100 juta per bulan.

Baca juga  Info Lokasi Demo Surabaya Terbaru Hari Ini, Jalan Mana Saja yang Ditutup? Cermati Rekayasa Lalu Lintas

Aksi kemudian berlanjut pada 28 Agustus oleh kelompok buruh yang membawa enam tuntutan utama, mulai dari penolakan sistem outsourcing, penghentian pemutusan hubungan kerja, hingga percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan RUU Perampasan Aset.

Meskipun unjuk rasa buruh berjalan damai dan selesai pada siang hari, situasi berubah ketika massa mahasiswa dan pelajar ikut bergabung. Tuntutan mereka lebih radikal, yakni meminta pembubaran DPR sekaligus pencabutan fasilitas mewah yang dinilai membebani keuangan negara.

Kericuhan tak terhindarkan. Puncaknya terjadi saat kendaraan taktis Brimob melindas seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat.

Tragedi ini menyulut kemarahan publik. Ribuan pengemudi daring kemudian mengepung Markas Komando Brimob di Kwitang, dan aksi solidaritas meluas ke berbagai kota, termasuk Bandung, Makassar, dan Surabaya.

Eskalasi yang Terus Memanas

Bentrok antara aparat dan massa kian memanas sejak 29 Agustus malam. Gelombang demonstrasi yang awalnya berfokus pada isu tunjangan dewan melebar menjadi kritik terhadap praktik kekuasaan dan kondisi sosial-ekonomi rakyat.

Baca juga  Info Demo Surabaya 1 September 2025, Apakah Ada Demo Susulan Lagi?

Pada 1 September, giliran mahasiswa dari organisasi seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang memenuhi depan DPR.

Aksi ini bahkan dihadiri sejumlah tokoh publik, antara lain Andovi Da Lopez, Jovial Da Lopez, Ge Pamungkas, dan Ferry Irwandi. Demonstrasi tersebut berlangsung tertib meskipun situasi politik di sekitar Senayan tetap tegang.

Aliansi Perempuan Menjadi Gelombang Baru

Kehadiran Aliansi Perempuan Indonesia pada 3 September diprediksi akan memberi warna baru dalam rangkaian aksi yang terus berlangsung hampir dua pekan.

Dengan fokus pada isu kekerasan negara, aliansi ini menempatkan diri sebagai suara alternatif yang mewakili kelompok rentan, sekaligus mengingatkan bahwa protes bukan semata-mata soal ekonomi, tetapi juga tentang keadilan, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Aksi 3 September 2025 menunjukkan bahwa gelombang demonstrasi di Indonesia belum mereda. Aliansi Perempuan Indonesia datang dengan tuntutan jelas: hentikan kekerasan aparat, lindungi hak rakyat, dan jawab persoalan mendasar seperti kemiskinan serta pengangguran.

Dengan eskalasi yang terus berkembang, semua pihak kini menunggu bagaimana pemerintah merespons suara lantang dari jalanan ibu kota.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya