
Kabar Jawa – Menjelang akhir tahun, ada satu momen belanja yang selalu menarik perhatian konsumen di berbagai negara: Black Friday.
Pada periode ini, banyak toko menawarkan potongan harga untuk beragam produk, mulai dari gadget, pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan sehari-hari.
Tidak heran jika Black Friday sering dimanfaatkan untuk berburu barang incaran dengan harga lebih terjangkau.
Kapan Black Friday 2026?
Black Friday 2026 akan berlangsung pada Jumat, 27 November 2026. Tanggal ini mengikuti jadwal Thanksgiving di Amerika Serikat yang selalu dirayakan pada Kamis keempat bulan November.
Agar tidak tertukar, berikut rangkaian tanggal pentingnya:
- Thanksgiving: Kamis, 26 November 2026.
- Black Friday: Jumat, 27 November 2026.
- Cyber Monday: Senin, 30 November 2026.
Black Friday tidak mempunyai tanggal yang sama setiap tahunnya karena mengikuti kalender Thanksgiving. Meski begitu, waktunya selalu berada di penghujung November.
Awalnya, tradisi ini populer di Amerika Serikat. Namun, perkembangan perdagangan digital membuat promosi Black Friday semakin dikenal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sejumlah brand internasional dan platform belanja online turut mengadakan program diskon untuk memeriahkan momen tersebut.
Black Friday Memperingati Apa?
Meski namanya terdengar seperti sebuah perayaan khusus, Black Friday sebenarnya tidak ditujukan untuk mengenang tokoh, kejadian bersejarah, ataupun peristiwa keagamaan.
Istilah ini berkaitan dengan Thanksgiving, sebuah hari perayaan di Amerika Serikat yang identik dengan ungkapan rasa syukur, kebersamaan keluarga, dan tradisi makan bersama.
Setelah perayaan tersebut, masyarakat biasanya mulai mempersiapkan kebutuhan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru.
Kondisi inilah yang kemudian membuat Jumat setelah Thanksgiving berkembang menjadi waktu yang ramai untuk berbelanja.
Menurut catatan sejarah yang dipublikasikan HISTORY, penggunaan istilah Black Friday dalam konteks keramaian belanja mulai dikenal di Philadelphia sekitar tahun 1950-an.
Sebutan tersebut digunakan untuk menggambarkan padatnya lalu lintas dan aktivitas masyarakat setelah Thanksgiving.
Pada perkembangan berikutnya, muncul pula penjelasan yang menghubungkan istilah black dengan kondisi keuangan perusahaan.
Dalam istilah akuntansi, in the red menggambarkan posisi keuangan yang merugi, sedangkan in the black menunjukkan kondisi perusahaan yang memperoleh keuntungan.
Karena penjualan meningkat selama periode promosi, Black Friday kemudian semakin erat dikaitkan dengan peluang bisnis untuk meraih pendapatan lebih besar.
Kenapa Black Friday Selalu Identik dengan Diskon Besar?
Banyaknya promo selama Black Friday bukan terjadi tanpa alasan. Ada strategi bisnis yang membuat perusahaan tertarik menawarkan harga khusus pada waktu tersebut.
1. Memanfaatkan meningkatnya aktivitas belanja
Menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan belanja masyarakat biasanya bertambah. Sebagian orang mulai mencari hadiah untuk keluarga, pakaian baru, perangkat elektronik, hingga perlengkapan liburan.
Retailer memanfaatkan situasi ini dengan menghadirkan penawaran menarik agar konsumen tertarik berbelanja lebih awal.
2. Mengurangi persediaan barang di gudang
Diskon juga menjadi cara perusahaan mengelola stok. Produk dari koleksi lama, barang yang perputarannya lambat, atau persediaan berlebih bisa ditawarkan dengan harga lebih rendah.
Dengan begitu, perusahaan memiliki ruang penyimpanan untuk produk baru sekaligus mengurangi risiko barang terlalu lama tersimpan.
3. Bersaing mendapatkan pelanggan
Black Friday menjadi ajang persaingan antarpenjual. Ketika banyak toko menawarkan promo dalam waktu bersamaan, konsumen cenderung membandingkan harga sebelum menentukan pilihan.
Agar tidak kehilangan pembeli, perusahaan berusaha menghadirkan penawaran yang kompetitif, baik melalui potongan harga, gratis ongkir, maupun paket pembelian khusus.
4. Meningkatkan jumlah transaksi
Harga yang lebih murah memang dapat mengurangi keuntungan dari setiap produk. Namun, perusahaan berharap peningkatan jumlah pembelian bisa membantu mendongkrak total pendapatan.
Strategi ini membuat Black Friday menarik bagi bisnis yang ingin meningkatkan penjualan menjelang penutupan tahun.
Apakah Semua Diskon Black Friday Benar-Benar Murah?
Tidak semua produk yang diberi label promo Black Friday otomatis menjadi lebih hemat. Ada penawaran yang memang memberikan potongan harga menarik, tetapi ada pula yang perlu diperiksa kembali.
Misalnya, harga normal suatu barang dinaikkan terlebih dahulu sebelum ditampilkan dengan persentase diskon besar. Ada juga promo yang hanya berlaku untuk varian tertentu atau produk dengan jumlah stok terbatas.
Supaya tidak salah mengambil keputusan, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut:
- Periksa riwayat atau perbandingan harga sebelum membeli.
- Bandingkan penawaran dari beberapa toko.
- Perhatikan syarat dan ketentuan promo.
- Pastikan produk sesuai kebutuhan, bukan sekadar tergiur potongan harga.
- Periksa biaya tambahan seperti ongkos kirim dan pajak.***