Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Bantul Terendam Banjir, Padi Terancam Puso dan Bawang Merah Berisiko Busuk

Bagikan :
Genangan banjir merendam lahan pertanian di Bantul selatan setelah hujan deras memicu luapan saluran irigasi. (Ist)

KabarJawa.com — Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu, 26–27 Desember 2025, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah pertanian di bagian selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Genangan air merendam persawahan dan lahan hortikultura, memicu kekhawatiran petani terhadap potensi gagal panen padi dan kerusakan tanaman bawang merah.

Banjir terjadi setelah curah hujan tinggi memicu luapan air di saluran irigasi dan kawasan lahan rendah. Air menggenangi sawah dan ladang selama beberapa jam hingga berhari-hari di sejumlah titik, terutama di wilayah selatan Bantul.

Padi Terendam di Kawasan Pantai Goa Cemara

Di kawasan Pantai Goa Cemara, seorang petani bernama Martono melaporkan tanaman padi miliknya terendam banjir. Padi yang baru berusia sekitar 10 hari tidak lagi terlihat akibat genangan air.

“Padi saya kebanjiran. Umurnya baru sepuluh hari, sekarang sudah tidak kelihatan,” ujar Martono.

Martono mengelola lahan seluas 600 meter persegi. Ia menyebut genangan air di lahannya hingga Minggu siang belum sepenuhnya surut. Selain lahannya, sawah lain di sekitar lokasi juga sempat terdampak.

Baca juga  Penjualan Tiket Kereta Api Angkutan Lebaran 2026 Dibuka, KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Segera Rencanakan Perjalanan

“Kalau kemarin ada sekitar 10 hektare yang terendam. Kalau sore ini sebagian sudah kelihatan, tapi yang 600 meter ini belum surut,” katanya.

Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa tanaman padinya berpotensi mengalami puso atau gagal panen total akibat terlalu lama terendam air.

“Ini mungkin puso, soalnya surutnya lama,” ujarnya.

Bawang Merah Rusak di Gadingharjo

Kondisi serupa terjadi di Kalurahan Gadingharjo. Seorang petani bawang merah, Triyulianto, menyebut lahan bawang merah seluas 1.600 meter persegi miliknya ikut terendam banjir. Tanaman yang mendekati masa panen mengalami kerusakan akibat genangan air.

Triyulianto memperkirakan tingkat gagal panen mencapai sekitar 80 persen. Panen seharusnya dapat dilakukan dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari ke depan, namun kondisi tanaman dinilai tidak memungkinkan menghasilkan produksi optimal.

“Ya nanti tetap dicabut, tapi paling cuma selaputnya. Tidak bisa dapat hasil panen maksimal,” kata Triyulianto.

Ia menjelaskan bahwa umbi bawang merah yang terlalu lama terendam air berisiko membusuk. Meski demikian, petani tetap melakukan pencabutan tanaman untuk membersihkan lahan, meskipun hasilnya tidak layak jual.

Baca juga  Jogja City Mall Hadirkan Keajaiban Natal dan Pesta Spektakuler Jocyphoria di Penghujung 2025

Permintaan Dukungan untuk Masa Tanam Berikutnya

Triyulianto berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan bibit untuk masa tanam selanjutnya. Menurutnya, kerugian akibat banjir membuat petani kesulitan memulai kembali proses produksi.

“Ini kan gagal panen. Jadi untuk masa tanam selanjutnya, kalau bisa bibitnya dibantu sama pemerintah,” ujarnya.

Permintaan tersebut mencerminkan kondisi petani di wilayah selatan Bantul yang terdampak banjir dan harus menyiapkan ulang modal tanam setelah mengalami kerugian.

Sekitar 4.000 Hektare Lahan Terdampak

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menyampaikan bahwa kondisi banjir di wilayah pertanian Bantul mulai berangsur surut. Ia menyebut situasi relatif lebih aman dibandingkan saat hujan mencapai puncaknya.

“Aman kemarin. Kebetulan banjir langsung asat atau surut,” ujar Joko.

Namun, ia mengungkapkan bahwa luasan lahan pertanian yang terdampak banjir cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 4.000 hektare lahan pertanian sempat terendam air.

“Memang kemarin pagi banyak yang terendam. Tapi yang agak lama itu di wilayah Poncosari, Srandakan. Di sana terendam sampai sore,” jelasnya.

Baca juga  Pemkab Bantul Ubah Total Skema Wisata Pantai Selatan, Akan Ada 10 TPR Baru Mulai Juli 2026

Menurut Joko, genangan yang bertahan lama berpotensi merusak tanaman, terutama tanaman pangan yang masih berada pada fase awal pertumbuhan.

Imbauan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih berlanjut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul mengimbau petani untuk meningkatkan kewaspadaan. Petani diminta menjaga kebersihan lahan dan saluran irigasi agar aliran air tidak tersumbat.

“Kepada para petani, silakan jaga kebersihan. Intensitas hujan masih tinggi. Harapan kami, jaringan irigasi tetap bersih sehingga tidak mengganggu saluran air,” tutup Joko.

Banjir yang merendam ribuan hektare lahan pertanian di Bantul menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor pangan. Hingga saat ini, pendataan kerugian dan langkah penanganan lanjutan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

Berita Terbaru

Sunset di Pantai
13 Tempat  Nyunset di Jogja dengan View Kota, Instagramable dan Bikin Betah
unnamed (5)
12 Cafe 24 Jam di Jogja untuk Nugas dan WFC, Nyaman buat Kejar Deadline
1792589168528
4 Weton Langka yang Punya Kharisma Kepemimpinan Kuat menurut Primbon Jawa
unnamed (4)
3 Tempat Bersejarah di Tulungagung yang Menjadi Saksi Berdirinya Peradaban Jawa Kuno
Mars Hari Santri
Link PDF Download Teks Doa Hari Santri Nasional 2026 Resmi Kemenag untuk Upacara 22 Oktober

Terpopuler

Link Download Teks Pidato Hari Santri 2026 Menag
Teks Sambutan Menteri Pidato Hari Santri 2026, Referensi Link Download PDF Resmi Kemenag
1792386866332
10 Contoh Prompt AI Poster Hari Santri Nasional 2026, Cocok untuk Sekola, Pesantren, dan Medsos
Kenapa ChatGPT muncul This Response Couldn’t Load? Ketahui arti error, penyebab, dan cara mengatasinya berdasarkan panduan resmi OpenAI.
Kenapa Chat GPT This response couldn’t load Terus? Ketahui Arti, Penyebab, dan Cara Mengatasi Chat GPT Error
Pengumuman BI Rate hari ini, 23 September 2026 rilis jam berapa, ketahui apa itu BI rate, prediksi, dan kenapa penting.
Pengumuman BI Rate Hari Ini Jam Berapa? Naik, Turun, atau Tetap di 5,75 Persen? Cek Keputusan Bank Indonesia 23 September 2026
Profil Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN, pendidikan, karier, istri, orang tua, serta fakta soal hubungan keluarganya dengan Gus Dur. (Foto: Humas Kementerian ATR)
Nusron Wahid Anak Siapa? Ini Profil Menteri ATR dan Apakah Punya Hubungan Keluarga dengan Gus Dur