
KabarJawa.com – Seorang pelajar berinisial G.A. (15) kehilangan nyawa setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Siraman–Pulutan, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Kecelakaan itu terjadi pada Senin (29/9/2025) melibatkan dua sepeda motor dan mengakibatkan arus lalu lintas di lokasi sempat tersendat.
Peristiwa terjadi ketika G.A., warga Pulutan, Wonosari, mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B-6113-JRK dari arah barat menuju timur dengan kecepatan sedang.
Pada saat yang sama, seorang pria berinisial S.P. (38), warga Kepek, Wonosari, mengendarai sepeda motor Honda Kharisma AB-3847-W yang membawa tumpukan rumput hijau dan hendak menyeberang ke arah timur.
Benturan terjadi karena jarak yang terlalu dekat, sehingga kedua pengendara tidak sempat menghindar. G.A. terjatuh dan mengalami luka parah di bagian kepala.
Sementara itu, motor yang dikendarai S.P. terhuyung lalu roboh, menyebabkan rumput yang dibawanya berserakan di jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menyampaikan keterangan resmi terkait kecelakaan tersebut.
“Pengendara Honda Beat berinisial G.A. mengalami luka cidera kepala berat, mata kanan lebam, dan tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RSUD Wonosari, namun akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.
S.P. mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan mendapat perawatan jalan setelah menjalani pemeriksaan medis.
Simpang Tiga Siraman Titik Rawan
Warga sekitar menyebutkan bahwa simpang tiga Siraman memang sering menjadi lokasi kecelakaan. Hal ini disebabkan arus lalu lintas dari berbagai arah yang bertemu tanpa pengawasan yang memadai.
“Kami mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan dan selalu memperhatikan kanan-kiri saat melintas di simpang tiga Siraman,” tambah Ipda Nur Ikhwan.
Polres Gunungkidul akan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan, termasuk simpang tiga Siraman. Personel akan ditempatkan pada jam-jam rawan, serta dilakukan sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar jalur ini mendapat perhatian lebih. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Ipda Nur Ikhwan.