
Purworejo, KabarJawa.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Tim Pelayanan Pendampingan Keluarga Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela (HSPMTB) Kumetiran Yogyakarta mengadakan bakti sosial dan edukasi kesehatan di Gua Bunda Maria Sang Kendi Kencana, Ketangi, Purworejo, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ziarah dan rekoleksi pasangan suami istri yang dikemas dalam kegiatan Dolan Bareng. Selain memperkuat kebersamaan antarpeserta, agenda ini juga menjadi bentuk kepedulian FK UAJY terhadap kesehatan masyarakat di sekitar lokasi ziarah.
Libatkan Tenaga Kesehatan dan Puluhan Warga
Bakti sosial tersebut melibatkan 17 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter dan mahasiswa FK UAJY. Pemeriksaan kesehatan diikuti oleh 35 pasangan suami istri dari Paroki HSPMTB Kumetiran serta 30 warga yang tinggal di sekitar kawasan Gua Bunda Maria Sang Kendi Kencana.
Setelah pemeriksaan kesehatan, kegiatan berlanjut dengan sarasehan mengenai kesehatan seksual pasangan suami istri. Materi disampaikan oleh dr. Yohanes Adhitya Prakasa Sukoco Putra, Sp.OG., dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Panti Rapih sekaligus dosen FK UAJY.
Materi tersebut menjadi bagian dari rekoleksi yang diarahkan pada upaya membantu pasangan memahami pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan rumah tangga.
Ziarah dan Rekoleksi Dikemas dalam Dolan Bareng
Koordinator Tim Pastoral Keluarga Paroki HSPMTB Kumetiran, Maria Titi Purwaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan awalnya dirancang sebagai agenda ziarah dan rekoleksi pasangan suami istri. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi kegiatan bersama yang lebih cair melalui Dolan Bareng.
“Sebetulnya kegiatan ini adalah ziarah dan rekoleksi. Kemudian kami kemas menjadi satu kegiatan Dolan Bareng. Rekoleksinya kami arahkan pada kesehatan seksual suami istri dan kami meminta narasumber dari FK Atma Jaya Yogyakarta,” ujar Maria.
Menurutnya, keterlibatan FK UAJY kemudian diperluas melalui pemeriksaan kesehatan. Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi peserta rombongan, tetapi juga diberikan kepada warga yang berada di sekitar lokasi.
Langkah ini dinilai penting karena masyarakat sekitar ikut terlibat dalam mendukung aktivitas di kawasan Gua Bunda Maria Sang Kendi Kencana.
Bakti Sosial Jadi Bentuk Kebersamaan dengan Warga
Maria mengatakan pengelolaan kawasan Gua Maria Ketangi turut melibatkan masyarakat sekitar, termasuk warga yang bukan beragama Katolik. Keterlibatan tersebut antara lain terlihat dalam berbagai pekerjaan pendukung seperti membantu penerangan dan kebutuhan lainnya di kawasan ziarah.
Karena itu, kegiatan bakti sosial dipandang sebagai kesempatan untuk berbagi manfaat dengan masyarakat yang selama ini turut berkontribusi terhadap keberlangsungan kawasan tersebut.
“Di Gua Maria Ketangi ini, dalam pengelolaannya melibatkan warga sekitar, termasuk yang non-Katolik juga turut membantu. Misalnya dalam menyalakan lampu dan berbagai hal lainnya. Jadi, kami ingin berbagi dan tidak hanya membahagiakan kami sendiri,” jelasnya.
Menurut Maria, semangat tersebut menjadi salah satu alasan pemeriksaan kesehatan dibuka bagi warga sekitar, bukan hanya peserta ziarah dan rekoleksi.
Edukasi Kesehatan untuk Merawat Kehidupan Perkawinan
Selain pemeriksaan kesehatan, edukasi mengenai kesehatan seksual menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Materi diharapkan dapat memberikan bekal kepada pasangan untuk memahami hubungan suami istri secara sehat sekaligus menjaga kehidupan perkawinan.
Maria berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga pasangan suami istri tidak hanya memperoleh pengalaman rohani melalui ziarah dan rekoleksi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kita bisa menginspirasi FK Atma Jaya Yogyakarta untuk terus menyosialisasikan keberadaannya. Ini sudah masuk wilayah Keuskupan Purwokerto, sehingga kami juga ingin memperluas jangkauan dari Keuskupan Agung Semarang ke Keuskupan Purwokerto,” ungkapnya.
Ia berharap manfaat kegiatan tidak berhenti setelah pemeriksaan kesehatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh selama sarasehan diharapkan dapat diterapkan oleh pasangan dalam membangun relasi rumah tangga yang lebih sehat.
Mendorong Kepedulian Kesehatan yang Lebih Luas
Kegiatan FK UAJY di Ketangi menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dipadukan dengan kegiatan sosial dan pendampingan keluarga. Pemeriksaan kesehatan memberikan manfaat langsung, sementara sarasehan membuka ruang bagi peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan pasangan.
Bagi Maria, inti kegiatan tersebut bukan hanya mendapatkan informasi kesehatan, tetapi juga menjaga kehidupan perkawinan agar terus bertumbuh.
“Yang pasti, pertama adalah merawat dan mensejahterakan kehidupan kami sebagai pasangan. Kemudian, ada pengetahuan yang kami dapatkan mengenai hubungan suami istri yang sehat. Dengan begitu, pasangan suami istri juga harus terus dirawat,” tutup Maria.***