
Magelang, KabarJawa.com – Magelang punya banyak cara untuk menikmati pagi. Selain Candi Borobudur yang sudah lebih dulu dikenal wisatawan, kawasan perbukitan di sekitarnya menawarkan pengalaman berbeda.
Di sini kamu bisa menikmati pemandangan sebelum matahari muncul, dari gelap menjadi keemasan serta menikmati udara segar khas kawasan dataran tinggi.
Setiap bukit di Magelang juga punya karakter berbeda. Ada yang menghadap langsung ke Candi Borobudur, ada yang menawarkan lautan awan dari ketinggian, dan ada pula yang cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana pagi tanpa harus melakukan pendakian panjang.
7 Bukit di Magelang yang Cocok untuk Menikmati Sunrise
Berikut tujuh tempat yang bisa masuk daftar perjalanan bagi kamu yang ingin berburu matahari terbit di Magelang:
1. Punthuk Setumbu, Sunrise dengan Siluet Borobudur
Kalau membicarakan sunrise di sekitar Borobudur, Punthuk Setumbu hampir selalu masuk dalam daftar utama. Lokasinya berada di Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur.
Daya tarik terbesarnya muncul ketika pagi masih diselimuti kabut tipis. Dari atas bukit, Candi Borobudur tampak muncul perlahan di antara lembah, sementara Gunung Merapi dan Merbabu berdiri di kejauhan sebagai latar.
Tempat ini awalnya bukan kawasan wisata besar, melainkan lahan yang dimanfaatkan masyarakat setempat. Popularitasnya kemudian meningkat setelah panorama sunrise Borobudur dari bukit ini banyak diabadikan fotografer. Namanya semakin dikenal setelah menjadi salah satu lokasi dalam film Ada Apa Dengan Cinta? 2.
- Lokasi: Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang
- Jam buka: 04.00–17.00 WIB
- Tiket domestik: sekitar Rp20.000
- Tiket mancanegara: sekitar Rp50.000
- Parkir: motor Rp3.000, mobil Rp5.000
- Fasilitas: toilet, musala, gazebo, gardu pandang, warung, parkir, dan camping ground
2. Silancur Highland, Sunrise dari Kaki Gunung Sumbing
Berpindah ke Kaliangkrik, ada Silancur Highland yang menawarkan suasana berbeda. Destinasi ini berada di Dusun Dadapan, Desa Mangli, tepat di kawasan kaki Gunung Sumbing.
Dari area wisata, pengunjung dapat melihat bentang pegunungan yang berlapis. Saat cuaca cerah, panorama beberapa gunung di sekitar Magelang membuat pemandangan terasa luas. Sementara menjelang malam, kawasan ini berubah menjadi tempat yang menarik untuk melihat kerlap-kerlip lampu permukiman.
Silancur juga tidak sekadar mengandalkan panorama. Taman bunga, jembatan kayu, ayunan, kafe, hingga area camping membuat tempat ini cukup fleksibel untuk wisatawan yang ingin bermalam.
- Lokasi: Dusun Dadapan, Mangli, Kaliangkrik, Magelang
- Jam kunjungan: 05.00–21.00 WIB pada Senin–Jumat dan hingga 23.00 WIB pada Sabtu–Minggu
- Area camping: buka 24 jam
- Tiket: sekitar Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 pada Minggu/libur nasional
- Camping: sekitar Rp20.000 per orang
- Fasilitas: taman bunga, spot foto, warung/kafe, toilet, musala, camping ground, penyewaan perlengkapan tenda, glamping, vila, dan jasa foto
3. Mangli Sky View, Menikmati Pagi di Ketinggian
Masih di kawasan Kaliangkrik, Mangli Sky View menawarkan pengalaman berada di dataran tinggi dengan panorama terbuka. Lokasinya berada di Desa Mangli, sekitar 1.570 meter di atas permukaan laut.
Ketinggian tersebut membuat suhu udara di kawasan ini cukup dingin, terutama menjelang pagi. Dalam kondisi cuaca mendukung, pengunjung bisa mendapatkan pandangan luas ke sejumlah gunung di Jawa Tengah.
Mangli Sky View juga berkembang dari kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai area pertanian sayuran. Potensi lanskap pegunungan dan awan pagi kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan tempat wisata dengan konsep menikmati panorama dari atas ketinggian.
- Lokasi: Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang
- Kunjungan reguler: 04.30–18.00 WIB
- Camping/menginap: 24 jam
- Tiket reguler: sekitar Rp10.000
- Camping: sekitar Rp25.000–Rp50.000 per orang per malam
- Parkir: motor Rp5.000, mobil Rp10.000
- Fasilitas: gazebo, gardu pandang, Wi-Fi, listrik di area camping, warung/kafe, toilet, musala, penyewaan tenda, perlengkapan masak, BBQ, serta homestay
4. Bukit Rhema, Sunrise dari Atas Bangunan Ikonik
Nama Bukit Rhema mungkin lebih familiar di telinga wisatawan dengan sebutan Gereja Ayam. Bangunan berbentuk burung dengan mahkota di bagian atas ini berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, kawasan Borobudur.
Meski sering disebut gereja, bangunan tersebut dirancang sebagai rumah doa yang terbuka bagi berbagai kalangan. Pembangunannya mulai dilakukan pada 1992 oleh Daniel Alamsjah setelah ia mengaku mendapatkan visi spiritual mengenai pembangunan tempat doa bagi semua bangsa.
Pengalaman sunrise di sini menjadi lebih istimewa karena tersedia paket khusus yang memungkinkan pengunjung menikmati fajar dari bagian mahkota bangunan. Dari posisi tersebut, arah pandang mengarah ke kawasan Borobudur dan lanskap Pegunungan Menoreh.
Popularitas Bukit Rhema juga ikut terdongkrak karena menjadi salah satu lokasi yang berkaitan dengan Ada Apa Dengan Cinta? 2.
- Lokasi: Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kembanglimus, Borobudur, Magelang
- Jam reguler: 06.00–17.00 WIB
- Akses private sunrise: mulai sekitar 04.30 WIB
- Tiket reguler: sekitar Rp25.000
- Private sunrise: sekitar Rp150.000 per orang dan perlu reservasi
- Jeep shuttle: sekitar Rp15.000 pulang-pergi
- Fasilitas: bangunan tujuh lantai, ruang doa, restoran, toilet, parkir, shuttle jeep, dan spot foto
5. Bukit Barede, Alternatif Lebih Tenang dari Punthuk Setumbu
Tidak jauh dari kawasan Borobudur, Bukit Barede bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan sudut pandang sunrise ke arah candi dengan suasana yang relatif lebih tenang.
Bukit ini berada di Dusun Sendaren 2, Desa Karangrejo. Posisi pandangnya membuat Barede kerap dibandingkan dengan Punthuk Setumbu karena sama-sama menawarkan lanskap Borobudur ketika pagi.
Bedanya, atmosfer di Barede cenderung lebih sederhana. Jalur menuju gardu pandang telah ditata, tetapi suasananya masih terasa dekat dengan lingkungan pedesaan.
Ada pula cerita lokal yang menghubungkan nama Barede dengan masa Perang Diponegoro. Masyarakat setempat mengaitkannya dengan aktivitas pasukan Pangeran Diponegoro yang pernah menggunakan kawasan tersebut untuk berkumpul atau berbaris.
- Lokasi: Dusun Sendaren 2, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang
- Jam buka: 04.00–17.00 WIB
- Tiket wisatawan lokal: sekitar Rp10.000
- Tiket wisatawan asing: sekitar Rp30.000
- Parkir: sekitar Rp2.000–Rp5.000 jika dikenakan terpisah
- Fasilitas: jalur trekking, pegangan bambu, gardu pandang kayu, warung, toilet, dan tempat duduk
6. Sinar Hill, Sunrise dengan Nuansa Wellness
Kalau mencari pengalaman sunrise yang lebih tenang dan tertata, Sinar Hill di Desa Majaksingi bisa menjadi alternatif. Lokasinya berada di Jalan Dusun Pete, Sawah, kawasan Borobudur.
Destinasi ini berada dalam kawasan yang dikelola dengan pendekatan lebih eksklusif dan berkaitan dengan Villa Borobudur Resort. Konsepnya tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga menggabungkan suasana alam dengan aktivitas wellness seperti yoga dan meditasi.
Area rerumputan, teras batu alam, gazebo, serta panorama lembah Borobudur membuat tempat ini punya karakter berbeda dibandingkan bukit sunrise yang mengandalkan gardu pandang sederhana.
- Lokasi: Jalan Dusun Pete, Sawah, Majaksingi, Borobudur, Magelang
- Jam buka: 04.00–19.00 WIB
- Tiket: sekitar Rp5.000–Rp30.000, tergantung paket
- Fasilitas: teras pandang, area hijau, gazebo, toilet,
restoran/kafe, serta area aktivitas yoga
7. Punthuk Kendhil Kamal, Sunrise dalam Suasana Pedesaan
Bagi pencinta wisata sederhana, Punthuk Kendhil Kamal menawarkan pengalaman yang berbeda. Lokasinya berada di Kamal, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur.
Nama Kendhil diambil dari bentuk bukitnya yang dianggap menyerupai kendhil, yaitu wadah atau periuk tradisional berbahan tanah liat. Tidak ada banyak fasilitas modern di tempat ini, tetapi justru kesederhanaan tersebut menjadi daya tarik.
Ketika pagi datang, kabut tipis di lembah dan pemandangan pedesaan menciptakan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata populer.
Kawasan Giritengah sendiri memiliki kaitan dengan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Sementara pengembangan Punthuk Kendhil dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan pemuda setempat untuk membuka alternatif wisata di kawasan Pegunungan Menoreh.
- Lokasi: Kamal, Desa Giritengah, Borobudur, Magelang
Jam buka: 24 jam - Tiket: sekitar Rp10.000
- Fasilitas: parkir sederhana, toilet dasar, anjungan kayu, dan jalur menuju puncak
Tujuh bukit di Magelang ini bisa menjadi pilihan untuk menikmati sunrise dengan suasana yang berbeda. Tinggal sesuaikan dengan tujuan, apakah ingin melihat Borobudur, berburu lautan awan, camping, atau sekadar menikmati pagi yang tenang di ketinggian.***