Sumpah Pemuda di Jogja: 1.500 Lebih Mahasiswa, Buruh, dan Suporter Turun ke Jalan Gelar Aksi

Bagikan :

 

Ribuan massa gabungan di Jogja menggelar aksi Hari Sumpah Pemuda membawa salam tiga jari serta tuntutan sosial dan lingkungan. (Pixabay)

Kabar Jawa – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta menghadirkan lanskap pergerakan massa yang berbeda. Sekitar 1.560 demonstran gabungan mahasiswa, elemen buruh, hingga suporter sepak bola tumpah ruah di jantung kota. Mereka mengawinkan semangat pergerakan pemuda dengan ekspresi visual yang solid dan pesan kritik yang bernas.

Rangkaian aksi unjuk rasa terbagi dalam beberapa gelombang dan titik kumpul sejak pagi hingga siang hari. Aliansi UMY Bergerak bersama Gelora memulai aksi pertama di kawasan Titik Nol Kilometer pada pukul 10.00 WIB dengan mengerahkan sekitar 350 orang. Memasuki pukul 13.00 WIB, giliran gabungan Forum BEM DIY, BEM Nusantara, Gempur, dan HMI Cabang Yogyakarta menggelar aksi di Gedung DPRD DIY dan Titik Nol Kilometer. Pada jam yang sama, Aliansi Jogja Memanggil memadati kawasan Kepatihan dan Jalan Malioboro dengan kekuatan massa terbesar mencapai sekitar 1.000 orang.

Baca juga  Kalau ke Banyumas Jangan Lupa Cobain Sroto Sokaraja yang Disajikan dengan Kuah Kental dan Kerupuk Warna-Warni

Simbolisme Salam Tiga Jari dan Tiga Warna Mataram

Pemandangan menarik terlihat dari atribut dan gestur yang diusung para peserta aksi. Gestur salam tiga jari diacungkan secara serentak. Gestur yang meminjam simbolik budaya populer film The Hunger Games ini melambangkan cita-cita kebebasan, kesetaraan, serta persaudaraan warga sipil.

Selain itu, warna biru, hijau, dan merah mendominasi pakaian serta bendera massa aksi. Penggunaan tiga warna ini merujuk pada rekonsiliasi gerakan suporter sepak bola lokal di Tanah Mataram, yakni PSIM Jogja (biru), PSS Sleman (hijau), serta Persiba Bantul dan Persis Solo (merah). Semangat “Mataram Islah” yang dulu mengubur rivalitas antar-klub kini dipinjam menjadi kode solidaritas sosial untuk mengawal kebijakan publik.

Melalui bahasa visual tersebut, massa menyampaikan belasan tuntutan mendesak yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah.

Di sektor lingkungan, massa menuntut penetapan status kebakaran hutan sebagai bencana nasional dan penghentian perampasan tanah rakyat. Pada isu ekonomi dan pekerjaan, mereka mendesak penyediaan lapangan kerja yang layak, penyesuaian kenaikan upah buruh, serta jaminan perlindungan bagi pengemudi ojek daring.

Baca juga  Polemik Relokasi TPR Parangtritis, DPRD Bantul Kritik Retribusi Rawan Bocor dan Indikasi KKN Rekrutmen Petugas

Tuntutan lain mencakup pembebasan biaya pendidikan, evaluasi program Makan Bergizi Gratis, penolakan rencana pembangunan batalion teritori militer, hingga pengusutan tuntas dugaan kasus korupsi Stadion Mandala Krida.

Respon Pemimpin Daerah dan Strategi Pengamanan Humanis

Pemerintah Daerah DIY dan aparat keamanan menyikapi gelombang unjuk rasa ini dengan pendekatan yang terbuka.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional setiap warga negara yang tidak boleh dilarang. Senada dengan Gubernur, Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga mengimbau agar penyampaian pendapat berjalan damai dan tidak dirusak oleh aksi anarkis.

Dari sisi kepolisian, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan memastikan personel pengamanan diterjunkan tanpa senjata api maupun peluru tajam. Petugas difokuskan untuk mengawal ketertiban umum sekaligus melindungi kawasan cagar budaya dan destinasi wisata agar terhindar dari aksi vandalisme.

Mengenai peran pengamanan swakarsa, Kepala Satpol PP DIY Bagas Senoadji menginstruksikan kelompok Jaga Warga untuk tidak diterjunkan ke titik demo. Berdasarkan Pergub DIY Nomor 41 Tahun 2023, Jaga Warga difokuskan menjaga ketenteraman dan keamanan di tingkat kampung masing-masing guna mencegah potensi konflik sosial.

Baca juga  Bocah 12 Tahun Ditembak Tetangga karena Kolam Lele, Berakhir Damai Lewat Restorative Justice

Berita Terbaru

homestay wildan
6 Rekomendasi Homestay Banyuwangi Dekat Pantai untuk Liburan Keluarga, Ini Lokasi dan Estimasi Harganya
pinterest,Chelsea Valentine
Museum Ranggawarsita Semarang, Wisata Edukasi untuk Menjelajahi Sejarah dan Budaya Jawa Tengah
Link Download Kalender Jawa November 2026
Kalender Jawa November 2026 PDF Lengkap dengan Weton, Akses Link Download Resminya di Sini
Teks Khutbah Jumat Singkat Tema Doa
Teks Khutbah Jumat 30 Oktober 2026 Tema Ikhtiar agar Doa Cepat Terkabul
Musim Hujan 2026 sampai Kapan
Musim Hujan 2026 sampai Bulan Apa? Ini Prediksi Puncak Musim Hujan Versi BMKG

Terpopuler

Biodata Fathimah Azzahra BEM UI: jurusan, umur, asal, alumni SMA, orang tua, rekam jejak organisasi, dan akun media sosial.
Biodata Fathimah Azzahra BEM UI Anak Siapa, Jurusan Apa, Orang Mana, Umur Berapa, Alumni SMA Mana, Akun Media Sosial
Arti Poster Tiga Jari Warna Hijau Biru Merah Demo Jogja Hari Ini
Arti Poster Jari 3 Warna Hijau, Biru, Merah di Demo Jogja 28 Oktober 2026
Kenapa ChatGPT muncul This Response Couldn’t Load? Ketahui arti error, penyebab, dan cara mengatasinya berdasarkan panduan resmi OpenAI.
Kenapa Chat GPT This response couldn’t load Terus? Ketahui Arti, Penyebab, dan Cara Mengatasi Chat GPT Error
Teks Khutbah Jumat Singkat Tema Doa
Teks Khutbah Jumat 30 Oktober 2026 Tema Ikhtiar agar Doa Cepat Terkabul
Lokasi Demo 1 Mei 2026 Jakarta
Live Demo Jogja Hari ini, Cara Cek CCTV Area Malioboro dan Sekitarnya