
KABARJAWA – Suasana di Kampung Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, seakan mengulang kisah lama setiap kali hujan deras mengguyur. Warga yang tinggal di kawasan RW 07 berkali-kali harus menghadapi luapan air dari selokan yang overload dan dangkal.
Rasa waswas kerap menghantui mereka karena genangan air bisa datang kapan saja. Kini, harapan baru muncul setelah Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung meninjau lokasi dan berjanji membangun pintu air sebagai langkah awal mengantisipasi banjir.
Wali Kota Yogyakarta Tinjau Langsung Kondisi Warungboto
Hasto Wardoyo datang ke Warungboto bukan sekadar menerima laporan. Ia memilih berdiri di tengah permukiman warga, menatap langsung selokan yang penuh lumpur dan sampah. Dengan pakaian sederhana, ia berdialog dengan warga, mendengarkan keluh kesah yang sudah mereka simpan bertahun-tahun.
“Air dari utara cukup besar, akhirnya melimpah ke sini. Kita coba dulu menutup gejlig (pintu air) di utara, kemudian kita evaluasi apakah masih banjir atau tidak, serta dampaknya di titik lain. Sambil menunggu evaluasi, pendangkalan serta sampah-sampah yang masuk selokan juga harus dibersihkan,” tegas Hasto dengan suara lantang.
Pernyataan itu menjadi angin segar bagi warga yang sudah lelah menghadapi ancaman banjir. Ia tidak hanya menyoroti teknis saluran air, tetapi juga menegur keras kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke selokan.
“Saya kritik juga, kenapa botol malah dibuang ke selokan, padahal bisa dijual. Kita sekarang gencar sosialisasi Masjos (Masyarakat Jogja Olah Sampah), termasuk pemanfaatan sisa makanan dapur untuk pakan maggot,” lanjutnya.
Pintu Air Jadi Solusi Darurat Mengatasi Banjir
Langkah konkret langsung disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti. Ia menegaskan pihaknya akan segera memasang pintu air kecil di saluran dari Kusuma Negara.
“Jika hujan, pintu ditutup agar air tidak mengalir deras ke selatan, sehingga harapannya mengurangi debit banjir. Kalau tidak hujan, pintu bisa dibuka untuk irigasi,” jelas Umi.
Ia menambahkan, pemerintah masih mengkaji solusi jangka panjang. Beberapa alternatif seperti pembuatan sudetan sudah dipertimbangkan, namun hasil evaluasi menunjukkan cara itu belum efektif menyelesaikan masalah banjir di Warungboto.
Warga Warungboto Sambut Harapan Baru
Bagi warga, kedatangan Wali Kota bukan sekadar formalitas. Sugeng Basuki, warga RT 29 RW 07, menyampaikan rasa terima kasihnya karena pemerintah akhirnya menaruh perhatian serius pada masalah yang sudah mereka hadapi puluhan tahun.
“Alhamdulillah, luar biasa. Pak Hasto mau turun langsung melihat dan tidak hanya percaya laporan. Masalah ini sudah puluhan tahun sejak gempa 2006, baru sekarang mendapat perhatian. Semoga upaya ini membawa manfaat bagi warga,” ucap Sugeng dengan mata berkaca-kaca.
Sugeng berharap perbaikan tidak berhenti pada pemasangan pintu air saja. Ia meminta pemerintah melakukan pengerukan, pelebaran, hingga peninggian saluran agar banjir bisa teratasi secara menyeluruh.