Saluran Air di Warungboto Overload dan Alami Pendangkalan, Wali Kota Yogyakarta Janji Bangun Pintu Air

Bagikan :
Wali Kota Yogyakarta meninjau kondisi saluran air di Kampung Warungboto yang kerap meluap saat hujan deras. (Dok Pemkot Yogyakarta)

KABARJAWA – Suasana di Kampung Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, seakan mengulang kisah lama setiap kali hujan deras mengguyur. Warga yang tinggal di kawasan RW 07 berkali-kali harus menghadapi luapan air dari selokan yang overload dan dangkal.

Rasa waswas kerap menghantui mereka karena genangan air bisa datang kapan saja. Kini, harapan baru muncul setelah Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung meninjau lokasi dan berjanji membangun pintu air sebagai langkah awal mengantisipasi banjir.

Wali Kota Yogyakarta Tinjau Langsung Kondisi Warungboto

Hasto Wardoyo datang ke Warungboto bukan sekadar menerima laporan. Ia memilih berdiri di tengah permukiman warga, menatap langsung selokan yang penuh lumpur dan sampah. Dengan pakaian sederhana, ia berdialog dengan warga, mendengarkan keluh kesah yang sudah mereka simpan bertahun-tahun.

“Air dari utara cukup besar, akhirnya melimpah ke sini. Kita coba dulu menutup gejlig (pintu air) di utara, kemudian kita evaluasi apakah masih banjir atau tidak, serta dampaknya di titik lain. Sambil menunggu evaluasi, pendangkalan serta sampah-sampah yang masuk selokan juga harus dibersihkan,” tegas Hasto dengan suara lantang.

Baca juga  116 ASN Pemkot Yogyakarta Siap Pensiun, Wali Kota Hasto Titip Pesan: Tetap Produktif dan Dukung Gerakan Mas JOS

Pernyataan itu menjadi angin segar bagi warga yang sudah lelah menghadapi ancaman banjir. Ia tidak hanya menyoroti teknis saluran air, tetapi juga menegur keras kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke selokan.

“Saya kritik juga, kenapa botol malah dibuang ke selokan, padahal bisa dijual. Kita sekarang gencar sosialisasi Masjos (Masyarakat Jogja Olah Sampah), termasuk pemanfaatan sisa makanan dapur untuk pakan maggot,” lanjutnya.

Pintu Air Jadi Solusi Darurat Mengatasi Banjir

Langkah konkret langsung disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti. Ia menegaskan pihaknya akan segera memasang pintu air kecil di saluran dari Kusuma Negara.

“Jika hujan, pintu ditutup agar air tidak mengalir deras ke selatan, sehingga harapannya mengurangi debit banjir. Kalau tidak hujan, pintu bisa dibuka untuk irigasi,” jelas Umi.

Ia menambahkan, pemerintah masih mengkaji solusi jangka panjang. Beberapa alternatif seperti pembuatan sudetan sudah dipertimbangkan, namun hasil evaluasi menunjukkan cara itu belum efektif menyelesaikan masalah banjir di Warungboto.

Baca juga  Potensi Pasar Ekspor, Yogyakarta Jajaki Kerja Sama Budaya dengan Suriname

Warga Warungboto Sambut Harapan Baru

Bagi warga, kedatangan Wali Kota bukan sekadar formalitas. Sugeng Basuki, warga RT 29 RW 07, menyampaikan rasa terima kasihnya karena pemerintah akhirnya menaruh perhatian serius pada masalah yang sudah mereka hadapi puluhan tahun.

“Alhamdulillah, luar biasa. Pak Hasto mau turun langsung melihat dan tidak hanya percaya laporan. Masalah ini sudah puluhan tahun sejak gempa 2006, baru sekarang mendapat perhatian. Semoga upaya ini membawa manfaat bagi warga,” ucap Sugeng dengan mata berkaca-kaca.

Sugeng berharap perbaikan tidak berhenti pada pemasangan pintu air saja. Ia meminta pemerintah melakukan pengerukan, pelebaran, hingga peninggian saluran agar banjir bisa teratasi secara menyeluruh.

Berita Terbaru

IEEE Student Branch UNESA resmi terbentuk pada Maret 2025 dan menjadi wadah mahasiswa terhubung dengan jaringan IEEE global. (Foto: instagram/s1te_teknikelektro.unesa)
Kapan IEEE Student Brench UNESA Secara Resmi Berdiri dan Siapakah yang Menjabat Sebagai Counselor? Ini Jawabannya
Festival Sastra Yogyakarta 2026 bertema LAKU hadir 23–30 Agustus dengan sastra, diskusi, buku, pertunjukan, dan puisi nasional.
Festival Sastra Yogyakarta 2026 Angkat Tema “LAKU”: Hadirkan Ruang Temu Sastra Indonesia dan Jawa
Sendang alami di Klaten selain Umbul Ponggok, dari Umbul Manten hingga Siblarak, lengkap dengan tiket dan jam buka. (Foto: Dok Umbul Ponggok)
5 Sendang Alami di Klaten yang Bisa Jadi Alternatif Umbul Ponggok
Rangkaian acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026 digelar di Boyolali dan Semarang, mulai upacara hingga konser musik. (Foto instagram/humas.jateng)
Rangkaian Acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
Gumregut Nyawiji artinya apa? Simak makna tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, logo, serta sejarah Jateng sejak 19 Agustus 1945. (Foto: tangkap layar x/KPU Karanganyar)
Gumregut Nyawiji Artinya Apa? Makna Tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 19 Agustus 2026

Terpopuler

Biodata Fathimah Azzahra BEM UI: jurusan, umur, asal, alumni SMA, orang tua, rekam jejak organisasi, dan akun media sosial.
Biodata Fathimah Azzahra BEM UI Anak Siapa, Jurusan Apa, Orang Mana, Umur Berapa, Alumni SMA Mana, Akun Media Sosial
Pancatera dan In Her View minta maaf usai kehadiran host di Istana Merdeka memicu kritik soal independensi podcast. (Foto: tangkap layar instagram/
Kenapa Pancatera dan In Her View Minta Maaf? Ramai Warganet Soroti Kehadiran di Istana Merdeka pada HUT ke-81 RI
Kenali host In Her View Podcast, dari Marissa Anita, Caroline Soerachmat, Karina Basrewan, Kai Soerja. Berikut profil singkatnya. (Foto: x.com/pancateramedia)
Host In Her View Podcast Siapa Saja? Ini Profil Marissa Anita hingga Karina Basrewan
Rangkaian acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026 digelar di Boyolali dan Semarang, mulai upacara hingga konser musik. (Foto instagram/humas.jateng)
Rangkaian Acara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
Batas mentor ACC absen dan laporan harian MagangHUB 2026 belum ditentukan. Cek aturan, solusi laporan belum ACC.
Batas Mentor ACC Absen dan Laporan Harian MagangHUB Kemnaker 2026, Berapa Lama & Bagaimana Jika Belum di-ACC