
KabarJawa.com — Kunjungan wisata ke Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul tercatat tidak mengalami peningkatan selama libur panjang Lebaran 2026.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan lonjakan signifikan wisatawan di kawasan pantai selatan.
Ketua BUMDes Pindul Maju Mandiri, Suryanto, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung selama tiga hari libur, mulai 20 hingga 22 Maret 2026, hanya mencapai 747 orang.
“Tidak ada peningkatan, tamu biasa saja,” ujarnya.
Kunjungan Lebih Rendah dari Periode Sebelumnya
Jumlah tersebut jauh di bawah capaian sebelumnya, di mana Goa Pindul pernah mencatat lebih dari 1.000 pengunjung dalam satu hari pada periode libur.
Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan minat wisatawan terhadap destinasi wisata berbasis aktivitas seperti cave tubing di Goa Pindul.
Lonjakan Wisatawan di Kawasan Pantai
Sementara itu, kawasan pantai di Gunungkidul mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan.
Data menunjukkan jumlah wisatawan mencapai 11.926 orang pada 20 Maret 2026, meningkat menjadi 25.029 orang pada 21 Maret 2026.
Puncaknya terjadi pada 22 Maret 2026 dengan jumlah kunjungan mencapai 52.655 wisatawan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut didominasi wisata pantai.
“Ini menunjukkan minat wisatawan terhadap Gunungkidul tetap tinggi, terutama wisata pantai,” ujarnya.
Kepadatan lalu lintas juga terjadi di sejumlah jalur menuju pantai, termasuk antrean kendaraan hingga sekitar 3 kilometer di jalur menuju Pantai Drini.
Dampak terhadap Pelaku Usaha
Peningkatan kunjungan di kawasan pantai berdampak positif bagi pelaku usaha setempat.
Pedagang makanan, penyedia jasa wisata, dan pelaku usaha mikro mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.
Namun, kondisi tersebut tidak dirasakan secara merata oleh seluruh destinasi wisata di Gunungkidul.
Perubahan Preferensi Wisatawan
Penurunan kunjungan ke Goa Pindul diduga dipengaruhi oleh perubahan preferensi wisatawan.
Destinasi terbuka seperti pantai dengan akses yang lebih mudah dan daya tarik visual menjadi pilihan utama.
Sementara itu, wisata berbasis pengalaman seperti susur gua membutuhkan waktu dan proses yang lebih panjang.
Evaluasi Pengelolaan Wisata
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pengelola wisata untuk melakukan evaluasi dan pengembangan strategi guna meningkatkan kembali minat pengunjung.
Kunjungan wisata di Gunungkidul diperkirakan masih akan berlangsung dinamis selama periode libur Lebaran.