
KabarJawa.com – Suasana pagi di Petak 5 Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wanagama, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, pada Minggu (19/10/2025) diwarnai aktivitas ratusan peserta Gowes Blusukan Wanagama (GBW) #4.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sebanyak 213 peserta ikut serta, jumlah terbanyak sejak penyelenggaraan GBW pertama. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 18–19 Oktober 2025, dan memadukan olahraga, edukasi lingkungan, serta pelestarian alam.
Perwakilan panitia, Hatma Suryatmojo, menyampaikan bahwa GBW telah menjadi agenda rutin Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM.
“Kami berangkat dari Fakultas Kehutanan kemarin sore menuju Wanagama, dan antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun,” ujarnya.
Menurut Hatma, peserta didominasi civitas akademika UGM dan anggota Forestrie Club, komunitas pecinta alam yang aktif dalam kegiatan konservasi hutan.
Pertumbuhan jumlah peserta setiap tahun mencerminkan meningkatnya minat terhadap kegiatan berbasis lingkungan.
Kolaborasi Akademik dan Pelestarian Alam
Peserta menyusuri jalur hutan Wanagama, melintasi kawasan yang menjadi contoh keberhasilan rehabilitasi lahan. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyebut bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman langsung menikmati udara segar, vegetasi hutan, dan lanskap Wanagama.
“Ini sudah kali keempat GBW digelar, dan setiap tahun kami menyaksikan kolaborasi luar biasa antara Pemda dan UGM. Kami ingin menjadikan GBW sebagai event tahunan yang selalu dinantikan,” ungkapnya.
Sigit menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga edukasi lingkungan dan penghargaan terhadap keberhasilan rehabilitasi hutan.
Wanagama yang dulu tandus, kini menjadi laboratorium alam untuk riset dan pembelajaran lintas generasi.
Pelepasan Peserta dan Harapan Pemerintah Daerah
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir dan mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan UGM.
“Kegiatan gowes ini bukan sekadar ajang olahraga dan rekreasi. Lebih dari itu, ini bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia akademik, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat,” tegasnya.
Endah menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan GBW hingga edisi keempat membuka peluang pengembangan sport tourism di Gunungkidul. Lanskap hutan Wanagama dinilai memiliki potensi sebagai destinasi wisata edukatif dan ekowisata.
“Hutan Wanagama adalah kebanggaan kita bersama. Dari sini kita belajar tentang ketekunan, kerja keras, dan tanggung jawab terhadap alam. Dulu tandus, kini jadi hutan yang subur, menjadi tempat belajar sekaligus tempat riset yang mendunia,” ujarnya.
Bupati berharap kegiatan Gowes Blusukan Wanagama terus berlanjut dan menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai alam. Ia menegaskan, pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar wacana.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita menyalakan kembali kesadaran untuk hidup selaras dengan alam. Mari kita jaga hutan, kita rawat bumi, dan kita kembangkan Gunungkidul sebagai kawasan wisata edukasi dan ekowisata unggulan,” tandasnya.