
Yogyakarta, KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memperkuat kapasitas dosen dalam mendampingi mahasiswa melalui keterampilan Psychological First Aid.
Upaya tersebut diwujudkan Campus Ministry (CM) UAJY melalui Workshop Pendampingan Holistik bertajuk “Menciptakan Ruang yang Aman dengan Psychological First Aid dalam Pendampingan Mahasiswa”. Workshop berlangsung Kamis, 27 Agustus 2026, di Student Lounge, Kampus II UAJY, Gedung Thomas Aquinas.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi sivitas akademika untuk memahami langkah awal dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa yang menghadapi persoalan psikologis.
Dosen Punya Peran Strategis dalam Pendampingan Mahasiswa
Workshop menghadirkan Olga Sancaya Dyah Permatasari, M.Si., M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber. Olga merupakan dosen Program Studi Psikologi sekaligus Kepala Pusat Layanan Konseling (PLK) Universitas Sanata Dharma (USD).
Dalam pemaparannya, Olga mengajak peserta melihat berbagai tantangan yang dihadapi generasi Z. Mahasiswa saat ini tumbuh dalam lingkungan digital yang berkembang cepat. Kondisi tersebut memberikan banyak kesempatan, tetapi pada saat yang sama juga dapat menghadirkan tekanan dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Menurut Olga, tekanan yang dialami mahasiswa dapat muncul dari berbagai faktor. Karena itu, kemampuan orang-orang terdekat untuk memberikan respons awal yang tepat menjadi penting sebelum mahasiswa memperoleh penanganan dari tenaga profesional.
Ia juga memperkenalkan konsep Mental Health First Aid (MHFA). Pelatihan tersebut berfokus pada pemberian pertolongan awal kepada seseorang yang sedang mengalami persoalan kesehatan mental hingga mendapatkan bantuan dari profesional yang memiliki kompetensi untuk menangani kondisi tersebut.
CM UAJY Dorong Lingkungan Pendampingan yang Aman

Kepala Campus Ministry UAJY, Rm. Markus Nur Widipranoto, Pr., menilai dosen mempunyai posisi yang cukup penting dalam mendampingi mahasiswa. Interaksi yang berlangsung secara rutin membuat dosen berpotensi menjadi salah satu pihak yang pertama mengetahui perubahan kondisi atau persoalan yang tengah dihadapi mahasiswa.
Karena mahasiswa memiliki latar belakang dan dinamika kehidupan yang beragam, dosen membutuhkan wawasan sekaligus keterampilan yang memadai agar dapat memberikan respons awal secara tepat.
“Dosen merupakan posisi strategis untuk menjadi pendamping mahasiswa karena akan langsung bertemu sapa dengan mahasiswa yang beragam dengan dinamika mental masing-masing,” ujar Rm. Markus.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut dihadirkan CM UAJY untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan sivitas akademika dalam memberikan pertolongan pertama ketika mahasiswa mengalami kesulitan menghadapi persoalan mental.
Peserta Praktik Langsung melalui Simulasi
Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi. Peserta juga diajak berbagi pengalaman mengenai berbagai situasi yang pernah ditemui ketika mendampingi mahasiswa dengan persoalan psikologis.
Workshop diikuti perwakilan dari sejumlah fakultas dan kantor di lingkungan UAJY. Beberapa mahasiswa USD turut dilibatkan untuk mendukung sesi praktik yang menjadi bagian dari kegiatan.
Setelah diskusi dan pemaparan materi, peserta dibagi dalam kelompok kecil. Mereka kemudian mengikuti simulasi wawancara dengan mahasiswa USD sebagai bagian dari latihan keterampilan pendampingan.
Melalui praktik tersebut, peserta dapat mencoba menerapkan pengetahuan yang sebelumnya diperoleh. Simulasi juga memberikan gambaran mengenai bagaimana membangun komunikasi yang aman ketika berhadapan dengan mahasiswa yang sedang menghadapi persoalan tertentu.
Keterampilan Psikologis Dinilai Relevan bagi Dosen
Salah satu peserta workshop, Alexander Beny Pramudyanto, S.Sos., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY, menilai materi yang diberikan memiliki keterkaitan langsung dengan tugas dosen.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menambah pemahaman mengenai aspek psikologis, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam proses pendampingan mahasiswa.
“Dari program ini, para dosen dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis psikologi. Keterampilan ini tentu penting untuk mendampingi mahasiswa tumbuh di tengah berbagai dinamika hidup,” kata Beny.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, baik oleh unit terkait maupun pada tingkat universitas. Menurutnya, penguatan kapasitas sivitas akademika penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi secara menyeluruh, termasuk dari sisi fisik dan mental.
Workshop kemudian ditutup dengan sambutan dari Sr. Clarisa Ayuk Kusumaningrum, CB., selaku Kepala Pusat Layanan Pastoral CM UAJY, serta sesi foto bersama.
Melalui Workshop Pendampingan Holistik ini, UAJY berupaya membangun pemahaman yang lebih baik mengenai Psychological First Aid di lingkungan kampus. Keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu dosen dan sivitas akademika menciptakan ruang yang aman bagi mahasiswa sekaligus mengenali kapan diperlukan rujukan kepada tenaga profesional.***