Geger di Sleman, 178 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Bagikan :

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kemajuan, Tantangan, dan Harapan

KABARJAWA – Kepanikan melanda wilayah Mlati, Kabupaten Sleman, pada Rabu (13/8/2025) siang.

Ratusan siswa dari tiga sekolah menengah pertama tiba-tiba mengalami gejala mual, pusing, dan diare.

Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, mengonfirmasi kejadian ini.

Ia menyebut siswa yang terdampak berasal dari SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

“Informasi yang saya terima, ketiga sekolah itu menerima MBG dari penyedia yang sama. Gejala mulai muncul hari ini, setelah kemarin anak-anak menyantap menu yang disediakan,” kata Mustadi ketika dikonfirmasi.

Menurutnya, program MBG di Mlati dikelola oleh SPPG yang bermitra dengan pihak ketiga, yakni Janu Putra.

“SPPG wilayah Mlati bermitra, dan yang saya tahu, penyedianya Janu Putra,” ujarnya.

Ratusan Siswa Tumbang, Puskesmas dan RSUD Kewalahan

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman, Dedi Aprianto, menyebut data awal menunjukkan 90 siswa dari SMP Muhammadiyah 3 Mlati dan SMP Pamungkas Mlati langsung dilarikan ke Puskesmas Mlati II.

Baca juga  Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemkot Yogyakarta Gelar Pelatihan Fotografi bersama HISFA

Dari jumlah itu, 7 siswa harus dirujuk ke RSUD Sleman karena membutuhkan perawatan lanjutan.

“Gejala mulai terasa sekitar pukul 10 pagi. Sebagian besar mengeluhkan mual, diare, dan pusing. Kondisi mereka berangsur membaik, tapi kami tetap siaga,” tegas Dedi.

Kepala Puskesmas Mlati II, dr. Veronika Evita Setianingrum, mengungkap dugaan sementara bahwa menu penyebab keracunan adalah rawon daging sapi yang disajikan dalam MBG kemarin.

“Sampel makanan sudah kami serahkan ke pihak kepolisian untuk diuji,” kata Evita.

Data Menyebut 178 Siswa Terdampak
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2L) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, menyampaikan pembaruan data siang tadi.

Total siswa yang bergejala mencapai 178 anak dari tiga sekolah.

Rinciannya sebagai berikut:

  • SMP Muhammadiyah 1 Mlati: 58 siswa dari total 526 siswa, dirawat di Puskesmas Mlati I.
  • SMP Muhammadiyah 3 Mlati: 90 siswa dari total 174 siswa, dirawat di Puskesmas Mlati II.
  • SMP Pamungkas Mlati: 30 siswa dari total 263 siswa, dirawat di Puskesmas Mlati II.
Baca juga  Maksimalkan Potensi, Bupati Gandeng Guru Besar Asli Gunungkidul

Dari total tersebut, 7 siswa dirujuk ke RSUD Sleman. Seluruh pasien dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi.

Pihaknya merujuk mereka untuk memastikan penanganan optimal.

“Tidak ada kondisi gawat, tetapi kami harus mengikuti prosedur,” jelas Dedi.

Investigasi Dikebut, Masyarakat Resah

Dinkes Sleman bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan, spesimen feses, dan muntahan para korban.

Hasil uji ini akan menjadi kunci untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Sementara itu, aroma kekhawatiran menyelimuti orang tua murid. Banyak di antara mereka bergegas datang ke puskesmas dan rumah sakit, memastikan anak-anaknya selamat.

Suasana puskesmas berubah seperti ruang gawat darurat dadakan.

MBG Kembali Jadi Sorotan

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan keracunan yang melibatkan menu Makan Bergizi Gratis di DIY.

Publik mulai mempertanyakan pengawasan kualitas pangan dalam program ini.

“Program ini mulia, tapi pengawasannya harus ketat. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” keluh salah satu wali murid di Mlati.

Pemerintah Kabupaten Sleman berjanji mengambil langkah tegas jika terbukti ada kelalaian dari pihak penyedia.

Baca juga  KPPU Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Awasi Potensi Monopoli dan Tekankan Peran UMKM

“Kami akan evaluasi mitra penyedia. Keamanan pangan siswa adalah prioritas,” tegas Mustadi.

Berita Terbaru

Screenshot_20260524-175135
PAD Wisata Gunungkidul Melejit, DPRD Desak Target Dinaikkan Jadi Rp40 Miliar
Susunan Acara Penyerahan Hewan Kurban Idul Adha 2026
Rundown Penyerahan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Referensi Susunan Acara Singkat untuk Panitia Kegiatan
Screenshot_20260524-173524
Stunting di Gunungkidul Masih Tinggi, Pemkab Gencarkan Program Anting Gemitta Rematri
ternak mati gunungkidul
Puluhan Ternak Mati di Gunungkidul, Pemkab Perangi Praktik Brandu demi Cegah Ancaman Antraks
IMG-20260524-WA0006
Rayakan Anniversary Ke-4, Next Hotel Yogyakarta Hadirkan Beauty Class Interaktif Bersama Wardah

Terpopuler

Cara Nonton Inter Milan Hari Ini
Bologna vs Inter, Serie A Hari Ini Apakah Tayang Gratis di ANTV? Ini Jawabannya
Fungsi Sandal di ML
Fungsi Sandal di Event Mancing MLBB Mei 2026, Apa Bisa Ditukarkan Umpan Gratis?
Cara Ganti Tempat Mancing di MLBB Event Mei 2026
Cara Ganti Tempat Mancing di ML: Map Baru, Peluang Dapat Ikan Legendaris Lebih Tinggi?
Jadwal Operasional Bank Mandiri 27 Mei 2026
Bank Mandiri, 27-28 Mei 2026 Libur Idul Adha 1447 H Buka atau Tutup? Cek Jadwal Operasional Terbarunya
Teks Khutbah Singkat Idul Adha 2026
Khutbah Idul Adha 1447 H / 2026, Referensi Teks Singkat Tema Mengingat Kembali Keteladanan Nabi Ibrahim